Jakarta, Agrina-online.com. Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan bahwa persoalan legalitas lahan masih menjadi batu sandungan utama dalam mencapai target Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), hal ini disampaikan Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Dr. Iim Mucharam.
Meskipun pemerintah mematok target ambisius, realisasi di lapangan terkendala oleh kekhawatiran petani terkait status hukum tanahnya. Pasalnya banyak petani yang telah mengajukan permohonan PSR dan berakhir mundur.
Hal ini dikarenakan, petani dimintai keterangan atau ditanyakan mengenai status lahan oleh pihak terkait. “Ini yang menjadi salah satu konsen Kementan, padahal belum diapa-apain, cuma baru ditanya. Teman-teman petani pekebun agak khawatir nanti PSR ada seperti ini,” ujar dalam prescon acara Hai Sawit Simposium (HASI), Rabu (22/4).
Iim mengatakan, saat aspek legalitas lahan sudah terpenuhi dan tuntas (clear and clean), program tersebut dipastikan tidak akan menimbulkan masalah hukum bagi para petani.
Menyikapi hambatan ini, Kementan tidak bekerja sendiri. Pihak kementerian telah berkoordinasi dengan berbagai lembaga penegak hukum dan kementerian terkait untuk mempercepat penyelesaian status lahan.
Beberapa langkah strategis yang dilakukan, pertama meminta dukungan dari ATR/BPN untuk mempercepat proses pengurusan administrasi legalitas lahan. Kedua, berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan dan Kepolisian untuk memberikan kepastian hukum.
Ketiga, melakukan koordinasi intensif dengan Dewan Pengawas BPDPKS dan Sekretariat Negara terkait masalah ini. Pasalnya pemerintah mematok target PSR sebesar 120 ribu ha, dengan catatan target awal 50 ribu ha harus tercapai sebagai pijakan awal.
Selain masalah legalitas, kondisi harga sawit yang sedang tinggi juga membuat para petani ragu untuk melakukan penebangan pohon tua guna peremajaan.
Namun, bagi kebun yang kondisinya sudah sangat tua, pemerintah tetap mendorong percepatan replanting agar produktivitas tetap terjaga di masa depan. “Jika legalitas lahan sudah oke, itu tidak jadi masalah. Kementan minta bantuan teman-teman ATR agar mempercepat proses ini,” katanya.
Selain fokus pada lahan, Kementan juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program beasiswa.
Target Beasiswa, tahun ini (2026) sebanyak 5.000 kuota beasiswa untuk fokus pada peningkatan SDM kelapa sawit.
Lalu dukungan sarana dan prasarana, penyaluran bantuan sarana dan prasarana telah dimulai sejak Maret lalu melalui kerja sama dengan dinas-dinas di daerah.
Sabrina Yuniawati







