1. Home
  2. »
  3. Headline Agrina
  4. »
  5. Petani NTB Nikmati Kemudahan Akses Pupuk Subsidi

Tak Hanya Profesor, Petani dari Deli Serdang Juga Raih Indonesian Breeder Award 2025

Bogor, Agrina-online.com. Sebanyak 10 pemulia tanaman terpilih menerima penghargaan tertinggi dalam ajang Indonesian Breeder Award 2025. Anugerah yang digelar oleh Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia (PERIPI), IPB University, dan PT East West Seed Indonesia (EWINDO) ini mengusung tema “Breeding is Giving”, yang menegaskan peran strategis pemulia tanaman sebagai pahlawan pangan Indonesia.

Rektor IPB Univesity sekaligus Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, S.P,MSi., dalam sambutannya mengungkapkan keprirhatinan sekaligus seruan kebangkitan. Saat ini, Indonesia hanya memiliki sekitar 250 pemulia tanaman aktif dari total 1.000 orang, padahal kebutuhan untuk mencapai ketahanan pangan berkelanjutan memerlukan ribuan pemulia.

“Hari ini kita memberikan penghormatan kepada mereka yang bekerja dalam senyap di setiap rumah kaca, laboratorium, lahan percobaan yang mungkin tidak pernah tampil di ruang publik tetapi kontribusinya dirasakan oleh jutaan masyarakat melalui benih yang ditanam petani,” ujar Prof. Arif.

Ia juga menegaskan komitmen BRIN untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mempercepat kemandirian benih nasional. “Saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini khususnya PERIPI dan EWINDO yang terus berkomitmen memajukan pemuliaan tanaman Indonesia,” lanjut Profesor Arif Satria.

Penghargaan ini diberikan dalam tujuh kategori yang dirancang untuk menyoroti beragam kontribusi, yaitu: Economic Impact, Social Impact, Innovation & Technology Development, Lifetime Achievement, Local Heroes, Young Breeder, dan Plasma Nutfah.

Sorotan utama tahun ini adalah komitmen untuk mendorong regenerasi. Kategori Young Breeder, dengan dua pemenang, menjadi simbol harapan baru bagi dunia pemuliaan Indonesia.

“Indonesia membutuhkan lebih banyak pemulia tanaman muda yang kreatif, gigih, dan memiliki panggilan hati untuk melayani petani. Indonesian Breeder Award adalah ajakan bagi anak muda bahwa ‘Breeding is Giving’,” tegas Managing Director EWINDO, Glenn Pardede.

Ketua PERIPI, Prof. Muhamad Syukur, menambahkan kebanggaannya atas munculnya pemenang muda, membuktikan masa depan pemuliaan Indonesia tetap cerah.

Perhatian khusus juga diberikan pada pahlawan lokal melalui kategori Local Heroes, yang diraih oleh Yareli dari Deli Serdang. Perjuangannya mengembangkan cabai lokal dan membangun komunitas petani telah memperkuat ekonomi desa.

Sementara itu, penghargaan Plasma Nutfah diberikan kepada Hervia Latuconsina Budi atas ketekunannya mengumpulkan dan mendaftarkan tanaman hias hoya. Adapun penghargaan tertinggi Lifetime Achievement disematkan kepada Prof. Sumarno, senior peneliti kedelai yang telah menghasilkan belasan varietas unggul.

“Kemandirian pangan mustahil tanpa pemuliaan tanaman. Dan pemuliaan tanaman mustahil tanpa orang-orang yang berdedikasi,” tutup Glenn Pardede.

Melalui ajang ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa dan peneliti muda yang terinspirasi untuk menekuni pemuliaan tanaman sebagai karier yang bermakna dan strategis bagi masa depan bangsa.

Brenda A.

Tag:

Bagikan:

Trending

PTPN IV PalmCo Siap Jadi Lokasi Implementasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania
PTPN IV PalmCo Siap Jadi Lokasi Implementasi Serangga Penyerbuk Tanzania
Serangga Penyerbuk Dilepas, Harapan Baru Masa Depan Sawit Indonesia
Serangga Penyerbuk Dilepas, Harapan Baru Masa Depan Sawit Indonesia
Kementan Fasilitasi Komitmen Pelaku Usaha Jaga Harga Kedelai
Kementan Fasilitasi Komitmen Pelaku Usaha Jaga Harga Kedelai
KKP Hentikan Sementara Operasional UPI Denpasar
KKP Hentikan Operasional UPI Denpasar
3 Jurus Mentan Amran Benahi Gula Nasional
3 Jurus Mentan Amran Benahi Gula Nasional
Scroll to Top