1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Majes Luncurkan Daily Functional Diet, Hewan Peliharaan Tropikal

Drone Membuat Aktivitas Pertanian Lebih Efektif

Pengelolaan lahan pertanian menjadi lebih jauh efisien dan efektif.

 

PT Daya Santosa Rekayasa (DSR) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang irigasi, rumah kaca, mekanisasi pertanian, dan teknologi pertanian Indonesia. Perusahaan tersebut menyediakan perlengkapan irigasi cerdas, suku cadang, dan lainnya. Namun ada yang menarik untuk dibahas saat ini, yaitu drone AE Vision J100. Drone tersebut sempat mengudara di acara pameran Inagritech 2025 selama sekitar 6 jam. Banyak pengunjung yang antusias menyaksikan demo drone AE Vision J100. seperti apa kinerjanya?

 

Drone AE Vision J100

Berbicara mengenai teknologi, drone (pesawat nirawak) kini menjadi bagian penting dalam transformasi pertanian. Karena itulah DSR menyediakan drone sprayer yang cocok digunakan untuk lahan pertanian Indonesia. Sebab, di lahan pertanian Tanah Air sering ditemukan pohon besar atau bahkan kabel listrik. Pada saat simulasi penerbangan drone AE Vision J100, petugas mencoba meletakkan tali sebagai kabel dan pohon. Drone tersebut dapat mendeteksi keberadaan tali maupun pohon. Pasalnya, drone AE Vision J100 memiliki kamera EVO yang dapat mendeteksi kendala di depan sehingga drone bisa menghindarinya.

Saat ditemukan hambatan, drone dapat melakukan pergesaran penerbangan dengan arah ke atas atau berputar untuk menghindari hambatan tersebut. Keuntungan menggunakan drone AE Vision J100 yaitu bisa menyemprot lahan seluas 4-5 ha hanya dalam waktu 1 jam. Dibandingkan menggunakan tenaga kerja manusia, penyiraman sehektar lahan diselesaikan dalam waktu setengah hari dengan biaya pekerja mencapai Rp100 ribu/orang.

Umumnya banyak yang merasa investasi teknologi drone cukup memberatkan di awal karena harganya mahal tapi ke depannya pekerjaan akan lebih efektif. Contoh, penyemprotan tanaman di lahan seluas 4-5 ha akan menghabiskan waktu sehari dengan cara manual, sedangkan dengan teknologi drone hanya membutuhkan waktu satu jam.

Drone juga jauh lebih efektif dalam memanfaatkan tenaga kerja. Misalnya, petani memiliki 5 pekerja di sehektar lahan. Dengan penggunaan teknologi drone, maka hanya membutuhkan paling banyak 2 orang sebagai operator dan selebihnya dapat mengerjakan pekerjaan lainnya. Kemajuan teknologi drone saat ini membuat pengelolaan lahan pertanian menjadi lebih jauh efisien dan efektif.

Drone AE Vision J100 memiliki kapasitas 25 dan 45 liter dengan masing-masing harganya berkisar Rp120 juta dan Rp400 juta. Drone berkapasitas 25 liter dapat mengudara selama 1 jam untuk lahan sekitar 4-5 ha, sedangkan drone kapasitas 45 liter untuk penyemprotan seluas 6-8 ha per jam.***

Tag:

Bagikan:

Trending

Kebangkitan Industri Perbenihan Mendukung Kemandirian Pangan Nasional 
Kolaborasi Perbenihan Nasional untuk Mendukung Kemandirian Pangan
BPDP, Ditjenbun, dan DGL Learning Institute Tingkatkan Kompetensi 150 Pekebun melalui Pelatihan Budidaya
BPDP, Ditjenbun, dan DGL Tingkatkan Kompetensi 150 Pekebun melalui Pelatihan Budidaya
100 Ribu Petani dan Nelayan Sambut Presiden Prabowo di PENAS XVII
100 Ribu Petani dan Nelayan Sambut Presiden Prabowo di PENAS
Kebijakan Presiden Prabowo Berdampak Pada Usaha Tani
Kebijakan Presiden Prabowo Berdampak Pada Usaha Tani
WhatsApp Image 2026-06-24 at 12.53
BRIN Galang Kolaborasi Global untuk Pertanian Rendah Emisi
Scroll to Top