1. Home
  2. »
  3. Headline Agrina
  4. »
  5. Petani NTB Nikmati Kemudahan Akses Pupuk Subsidi

Distribusi Beras SPHP Terus Digencarkan dan Diperluas

Distribusi Beras SPHP Terus Digencarkan dan Diperluas

Jakarta, Agrina-online.com.  Penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ditugaskan dari Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) kepada Perum BULOG, diharapkan dapat menggapai berbagai kanal distribusi. Ini supaya masyarakat dapat lebih mudah mengaksesnya.

Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengungkapkan setelah pasar tradisional, gerai BUMN, pihaknya menggandeng Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) untuk mendistribusikan beras SPHP dengan total target 800 ribu ton. Diharapkan kolaborasi ini berjalan mulai September-Desember.

“Untuk beras SPHP, ini kita sudah minta tolong supaya bisa didistribusikan ke semua akses, termasuk pasar modern. APRINDO punya lebih dari 40 ribu sampai 60 ribu outlet. Jadi bisa menjangkau banyak tempat dan mempermudah akses masyarakat,” katanya saat wawancara di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (11/9).

Oleh karena itu, Arief mengaku terus berupaya menggempur semua jalur tata niaga, termasuk pasar ritel. Hal ini perlu dikerjakan untuk mempersiapkan kondisi di beberapa bulan ke depan sampai Januari 2026 yang kemungkinan tidak melebihi kebutuhan konsumsi bulanan.

“800 ribu ton beras SPHP ke ritel. 200 ribu ton selama 4 bulan ini. Kenapa begitu? Masyarakat bisa mengakses gerai-gerai ritel karena dekat dari pemukiman. Jadi kita siapkan untuk melengkapi distribusi sebelumnya yang sudah dan dilanjutkan ke pasar tradisonal, BUMN, instansi, pemerintah daerah, dan lainnya,” tambahnya.

Per 11 September, realisasi penjualan beras SPHP yang dipantau NFA telah mencapai 351,1 ribu ton atau 23,41 persen dari target salur selama setahun 1,5 juta ton. Dari realisasi penjualan itu, sebagian kecil saja yang telah disalurkan melalui ritel modern dengan jangkauan 442 unit.

“Sekarang lagi ngurusin beras, itu harus sampai ke masyarakat dengan harga yang benar. Kita fokus isi pasar. Beras Bulog ada 3,9 juta ton. Habis ini harus penuhi pasar karena produksi di bulan November, Desember, dan Januari itu tidak sebaik di Maret dan April lalu. Beras BULOG pasti akan keluar untuk penuhi kebutuhan masyarakat luas. Saya pastikan keluar banyak sesuai keperluan,” katanya optimis.

Arief  menambahkan, “Makanya semuanya dibuka. Ada tujuh saluran. Pasar tradisional sudah disalurkan. Polda, Polres, KODIM TNI sudah. Gerakan Pangan Murah dan pemerintah daerah sudah. Seperti kemarin kita bareng KADIN (Kamar Dagang dan Industri) juga sudah. Jadi kita ajak semua supaya masyarakat terbantu,” ucapnya.

Lebih lanjut, Arief memastikan BULOG masih akan menjalankan penyerapan setara beras produksi dalam Negeri, meskipun realisasi telah mendekati target yang paripurna. Arief sebut BULOG wajib membeli gabah petani di daerah yang mengalami penurunan harga di bawah Rp6.500/kg.

“Harga gabah petani di bawah Rp6.500, maka Bulog harus menyerap. Jadi Bulog menyerap membantu harga di tingkat petani. Ini perintah Bapak Presiden, tapi jangan terjadi rebutan beli gabah hingga harganya tinggi. Itu tidak boleh karena pasti yang mampu beli hanya swasta yang modalnya besar,” bebernya.

Arief menjelaskan, “Ke depan yang akan dikerjakan adalah penggiling padi yang besar itu harus memiliki izin khusus. Kalau tidak begitu, penggiling padi kecil akan kesulitan memperoleh gabah. Ini sesuai keinginan Bapak Presiden dengan ekonomi kerakyatannya,” tambahnya.

Saat ditanya isu tentang stok beras BULOG yang dapat mengalami disposal (pemusnahan), Arief memastikan metode perawatan diterapkan selama ini sudah baik. Dengan begitu dapat meminimalisir kerusakan mutu beras. Ia pun mengatakan tidak ada usulan disposal yang ditandatanganinya sampai hari ini.

 

Sabrina Yuniawati

Tag:

Bagikan:

Trending

PTPN IV PalmCo Siap Jadi Lokasi Implementasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania
PTPN IV PalmCo Siap Jadi Lokasi Implementasi Serangga Penyerbuk Tanzania
Serangga Penyerbuk Dilepas, Harapan Baru Masa Depan Sawit Indonesia
Serangga Penyerbuk Dilepas, Harapan Baru Masa Depan Sawit Indonesia
Kementan Fasilitasi Komitmen Pelaku Usaha Jaga Harga Kedelai
Kementan Fasilitasi Komitmen Pelaku Usaha Jaga Harga Kedelai
KKP Hentikan Sementara Operasional UPI Denpasar
KKP Hentikan Operasional UPI Denpasar
3 Jurus Mentan Amran Benahi Gula Nasional
3 Jurus Mentan Amran Benahi Gula Nasional
Scroll to Top