Jakarta, Agrina-online.com – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) merayakan hari jadinya yang ke-26 dengan menggelar pertemuan besar yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) kelapa sawit nasional.
Acara ini menjadi momentum penting di tengah situasi industri sawit nasional yang sedang menghadapi berbagai tantangan berat, mulai dari tekanan harga Tandan Buah Segar (TBS) hingga isu lingkungan.
Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat Manurung menegaskan, tekad seluruh petani sawit Indonesia untuk tetap solid dan optimis. Ia menyoroti tantangan nyata di lapangan, termasuk persoalan lahan kelapa sawit petani yang menghambat regulasi dari Satgas Penataan Lahan dan Penataan Kawasan Hutan (Satgas PKH).
“Banyak tangis dan air mata dari kami petani sawit di tengah permasalahan kelapa sawit. Namun persoalan yang mendalam ini justru membulatkan tekad kami. Di tengah situasi sawit yang tidak baik-baik saja dan menjadi sasaran caci akibat isu asap, kami tetap bergerak maju,” ujar Gulat saat memberikan sambutan, Rabu (28/10).
Terkait isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Apkasindo secara khusus mengundang Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jenderal TNI Kristomei Siaturi.
Langkah ini diambil untuk menyampaikan persepsi masyarakat mengenai keterkaitan antara kelapa sawit dan titik api.
Berdasarkan hasil kesimpulan, Apkasindo menekankan pentingnya pergeseran strategi karhutla dari yang sebelumnya mengutamakan pengendalian menjadi fokus pada pemeliharaan preventif.
Gandeng 42 Kampus Mitra SDM Sawit
Guna menghadapi tantangan masa depan, Apkasindo secara khusus menggandeng 42 perguruan tinggi mitra Sumber Daya Manusia (SDM) Sawit di seluruh Indonesia.
Beberapa pimpinan universitas yang hadir langsung, antara lain Rektor Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan, Rektor Citra Widya Edukasi (CWE), hingga perwakilan dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Gulat secara terbuka mengajak dunia akademik untuk tidak hanya menerima manfaat program, melainkan aktif menjadi garda depan dalam mengampanyekan fakta-fakta positif mengenai industri kelapa sawit nasional.
“Kami ingin kampus-kampus mitra SDM Sawit tidak manja dalam arti hanya menerima manfaat saja. Kampus harus ikut berkampanye menyuarakan kebenaran tentang sawit,” tegasnya.
Apresiasi khusus juga diberikan kepada Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Prof. Agus Sardjono, yang meluncurkan sebuah novel cinta petani sawit berjudul “Sawit” .
Novel yang diterbitkan secara independen tanpa sponsor ini dinilai menjadi bukti nyata kepedulian kaum akademisi terhadap roda perekonomian dan kehidupan petani sawit di Indonesia.
Sinergi Menuju 2027 dan Kemitraan Berkelanjutan
Dalam acara ini, Apkasindo menyusun sejumlah rekomendasi strategi untuk mendukung program ketahanan dan kemandirian energi nasional yang diusung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Rumusan kebijakan tersebut disusun oleh tim perumus internal yang terdiri dari para pakar Apkasindo, yakni Dr. Gusti, Dr. Mulono, Dr. Riyadi Mustafa, Dr. Eko Jaya, dan Dr. Syaiful Bahari. Rekomendasi ini nantinya diserahkan langsung kepada Kementerian Pertanian dan jajaran direktorat terkait.
Selain itu, Apkasindo memandang tahun 2027 sebagai era baru penguatan kerja sama terintegrasi yang berbasis kemitraan berkelanjutan antara petani swadaya, koperasi sawit, pihak swasta, dan perguruan tinggi.
Salah satu langkah digitalisasi yang dipamerkan dalam acara ini adalah kolaborasi bersama untuk memudahkan petani menghitung harga TBS dan biaya produksi harian secara presisi hanya melalui gawai (handphone).
Pertemuan dihadiri oleh jajaran perwakilan Kementerian Pertanian yang dihadiri oleh Direktur Kelapa Sawit, perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Koperasi, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), serta para pengurus DPW Apkasindo dari 25 provinsi di seluruh Indonesia.
Di akhir pidatonya, Gulat menitipkan pesan kepada para rektor agar terus mengawal anak-anak petani sawit yang sedang menempuh studi melalui program afirmasi khusus. Ia pun menutup Perayaan dengan pantun yang membakar semangat para peserta agar tidak menyerah meskipun harga komoditas global sedang berfluktuasi.
Sabrina Yuniawati







