1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Perkuat PPNS di Bidang Pangan, Bapanas Dorong Pengawasan Sistem Digital

Membaca Harga, Menimbang Risiko

Jakarta, Agrina-online.com. Harga komoditas yang melonjak sering menjadi sinyal menggiurkan bagi petani untuk segera menanam. Namun, keputusan yang terlihat rasional itu bisa menjadi persoalan besar ketika diambil secara serempak. Tanam bersama, panen bersamaan, pasokan membanjir, lalu harga terkoreksi. Siklus seperti ini berulang di berbagai komoditas hortikultura dan pangan.

Di tengah kondisi tersebut, informasi harga saja belum cukup. Petani perlu mengetahui bagaimana harga bergerak dari waktu ke waktu dan membaca kecenderungannya sebelum memutuskan komoditas, waktu tanam, maupun strategi penjualan.

Agribis.id mencoba menjawab persoalan ini melalui fitur Harga Pasar & Tren pada aplikasi UsahaTani. Fitur yang diluncurkan bertepatan dengan Hari Tani Nasional, 24 September 2026 tersebut memungkinkan petani mengakses informasi harga berbagai komoditas, melihat tren historis, dan memperoleh proyeksi harga 14 hari ke depan secara gratis melalui ponsel Android.

Founder dan Presiden Direktur Agribis.id, Wawan Dinawan mengatakan masalah utama bukanlah informasi harga yang tidak tersedia. Berbagai data publik mengenai harga pangan telah dikumpulkan oleh sejumlah lembaga, tetapi penyajiannya belum selalu sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.

“Datanya ada di mana-mana, tapi belum sampai ke tangan petani dalam bentuk yang bisa langsung dipakai. Data yang tersedia belum tentu data yang dapat dimanfaatkan. Karena itu, kami mengolah data publik ini agar bisa digunakan, terutama oleh petani,” ujar Wawan.

Salah satu sumber data yang tersedia adalah Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Platform tersebut menyajikan informasi harga pangan dari tingkat produsen hingga konsumen dengan cakupan wilayah nasional dan daerah. Bapanas juga menyediakan data rata-rata harga pangan bulanan di tingkat produsen nasional. Artinya, bahan untuk membaca pergerakan harga sebenarnya telah tersedia. Tantangannya adalah menerjemahkan data tersebut menjadi informasi yang lebih mudah digunakan dalam pengambilan keputusan.

 

Jangan Terjebak Harga Hari Ini

Kecenderungan melihat harga menjadi salah satu jebakan dalam keputusan produksi. Harga yang tinggi dapat menunjukkan adanya peluang pasar, namun belum tentu mencerminkan kondisi ketika komoditas yang baru ditanam memasuki masa panen.

Menurut Wawan, petani yang hanya merujuk pada harga terkini berisiko mengikuti keputusan yang sama dengan banyak petani lainnya. “Banyak petani memutuskan menanam karena harga sedang bagus. Masalahnya ketika semua orang berpikir sama, panen datang bersamaan dan harga jatuh. Petani perlu melihat polanya lebih awal, bukan sesudah terjadi,” ujarnya.

Dinamika harga cabai dapat menjadi gambaran betapa cepatnya pasar berubah. Berdasarkan data yang dikutip ANTARA, rata-rata harga cabai merah besar nasional berada sekitar Rp74.000/kg pada awal Juni 2026, kemudian turun ke kisaran Rp48.000/kg pada pertengahan Juli. Pada 23 September, harga tercatat sekitar Rp56.394/kg. Perubahan tersebut terjadi dalam hitungan minggu.

Jeda antara keputusan menanam dan panen ini membuat informasi historis menjadi penting buat petani. Harga tinggi pada saat keputusan dibuat belum tentu bertahan sampai komoditas siap dipasarkan.

Karena itu, fitur yang dikembangkan Agribis.id tidak berhenti pada angka harga terbaru. Data harga berbagai komoditas, mulai dari beras, bawang merah, bawang putih hingga cabai, disajikan berdasarkan rata-rata nasional.

Pengguna dapat melihat grafik pergerakan harga dengan rentang 30 hari, 90 hari, satu tahun, lima tahun, hingga keseluruhan periode data yang tersedia. Grafik tersebut juga dilengkapi rata-rata bergerak 7 hari dan 30 hari untuk membantu membaca kecenderungan harga. Informasi tersebut pun dilengkapi proyeksi harga untuk 14 hari ke depan beserta rentang kemungkinan pergerakannya.

Wawan menekankan bahwa angka proyeksi tersebut tidak dimaksudkan sebagai kepastian harga. “Proyeksi ini adalah bahan pertimbangan, bukan ramalan pasti. Karena itu kami tampilkan juga rentang kemungkinannya. Tujuannya agar keputusan bertani bisa diambil berdasarkan data.”

Membaca tren harga juga perlu ditempatkan dalam konteks ekonomi usaha tani. Harga jual yang meningkat tidak otomatis berarti pendapatan petani membaik apabila biaya produksi ikut naik. Di titik ini, data dapat berfungsi sebagai alat bantu untuk memperkecil keputusan yang sepenuhnya berbasis perkiraan.

Agribis.id mengolah berbagai data publik menjadi tampilan yang lebih ringkas. Selain informasi pasar, aplikasi dikembangkan untuk membantu pencatatan aktivitas usaha tani, pengelolaan lahan dan musim, biaya operasional, hasil panen, hingga analisis laba-rugi.

Dengan pencatatan itu, data eksternal mengenai pasar bisa dibaca berdampingan dengan data internal dari usaha tani masing-masing. Petani tidak hanya mengetahui harga komoditas di pasar, tetapi juga dapat membandingkannya dengan struktur biaya dan hasil produksinya sendiri.

“Setiap petani berhak mendapatkan informasi yang akurat, bukan hanya petani besar atau yang dekat dengan kota. Data baru benar-benar inklusif ketika sudah diolah, disederhanakan, dan bisa diakses lewat perangkat yang dimiliki petani, tanpa hambatan biaya. Pertanian presisi bukan sekadar wacana, dan langkah awalnya adalah memastikan petani memegang data yang mereka butuhkan,” terang Wawan.

Agribis.id selanjutnya berencana mengembangkan pemanfaatan data usaha tani dan data publik untuk petani maupun para pendampingnya.

 

Windi Listianingsih

Tag:

Bagikan:

Trending

Harga Tani
Membaca Harga, Menimbang Risiko
peternakan
Harga Pakan Bergejolak, Peternak Terjepit
Kinerja dan Transformasi Bisnis Perkuat Posisi Pupuk Indonesia di Fortune
Kinerja dan Transformasi Bisnis Perkuat Posisi Pupuk Indonesia di Fortune
Pemerintah Terapkan Strategi Irigasi Pompa dan Optimalisasi Padi Hadapi El Nino
Bapanas Terapkan Strategi dan Optimalisasi Padi Hadapi El Nino
BULOG Siap Salurkan Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung
BULOG Siap Salurkan Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung
Scroll to Top