1. Home
  2. »
  3. Agrina Update
  4. »
  5. Bayer dan Kemenko PM Satukan Kekuatan untuk Petani

Dari Cilacap, Syngenta Luncurkan Teknologi Padi untuk Pasar Global

Cilacap, Agrina-online.com. Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang dipilih PT Syngenta Indonesia untuk meluncurkan MIRAVIS Duo®, fungisida padi berbasis teknologi ADEPIDYN™ yang dirancang untuk membantu petani menghadapi tekanan penyakit tanaman dan tantangan cuaca yang semakin tidak menentu.

Peluncuran dilakukan di Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (4/6/2026), salah satu sentra produksi padi nasional yang setiap tahun mencatat surplus beras ratusan ribu ton.

Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eriyanto mengatakan, pemilihan Indonesia sebagai lokasi peluncuran global mencerminkan pentingnya peran Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan, baik di tingkat nasional maupun global. “Secara historis, MIRAVIS Duo® diluncurkan pertama kali di dunia di Indonesia. Indonesia dipilih karena memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan global,” ujarnya.

Menurut Eriyanto, petani saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Selain ancaman penyakit tanaman, perubahan pola cuaca juga turut memengaruhi produktivitas padi di lapangan.

Ia mengaku mendapatkan banyak masukan dari petani saat melakukan kunjungan ke berbagai daerah sentra produksi. Salah satu persoalan yang paling sering disampaikan adalah kerugian akibat serangan penyakit yang datang pada fase-fase kritis pertumbuhan tanaman.

“Saya pernah mendengar langsung petani mengatakan bahwa ketika penyakit menyerang, hasil panennya bisa gagal. Dari situ kami memahami bahwa yang dibutuhkan petani bukan hanya produksi tinggi, tetapi juga kepastian hasil,” katanya.

Kondisi tersebut menjadi alasan Syngenta terus menghadirkan inovasi perlindungan tanaman yang sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan. “MIRAVIS Duo® merupakan kontribusi kami untuk membantu meningkatkan produksi sekaligus mendukung ketahanan pangan Indonesia,” tambahnya.

Peluncuran MIRAVIS Duo® untuk padi, sambungnya, adalah wujud nyata visi Petani MAJU. Yaitu, membantu petani meningkatkan hasil panen untuk keuntungan maksimal, mempercepat inovasi teknologi fungisida sesuai kebutuhan petani, serta memperkuat kolaborasi agar teknologi pertanian digunakan sesuai rekomendasi demi hasil yang optimal dan berkelanjutan.

“Seperti slogannya ‘Ada Tawa, MIRAVIS Duo® Jadi Pembeda’, kami ingin petani tersenyum saat melihat produktivitas mereka meningkat,” seru Eryanto.

 

Peran Strategis Cilacap

Pemilihan Kabupaten Cilacap sebagai lokasi peluncuran juga bukan tanpa alasan. Daerah ini merupakan salah satu lumbung padi nasional dengan kontribusi produksi yang signifikan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Cici Setyorini menjelaskan, luas baku sawah di wilayahnya mencapai sekitar 66 ribu hektar. Sepanjang 2025, produksi padi Cilacap tercatat mencapai 855.042 ton gabah kering giling (GKG).

“Pada 2025 surplus beras Cilacap mencapai sekitar 321 ribu ton. Bahkan rata-rata setiap tahun surplus beras kami berada di kisaran 300 ribu ton,” ujarnya.

Di balik capaian tersebut, kata Cici, petani tetap menghadapi berbagai risiko budidaya, terutama serangan penyakit yang dapat menurunkan hasil dan kualitas panen.

“Budidaya padi bukan pekerjaan yang ringan. Risiko serangan penyakit menjadi salah satu tantangan yang harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan kerugian,” katanya.

Karena itu, Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap menyambut baik hadirnya inovasi teknologi perlindungan tanaman yang dapat membantu petani menjaga produktivitas.

Menurut Cici, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta diperlukan untuk mempercepat adopsi teknologi di tingkat petani. “Kami berharap kerja sama seperti ini mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Jika produktivitas meningkat, kesejahteraan petani juga akan ikut meningkat,” lanjutnya.

 

Andalkan Teknologi ADEPIDYN™

Commercial Manager Syngenta Indonesia, Riedha Ekalianna menjelaskan, MIRAVIS Duo® mengusung teknologi ADEPIDYN™ yang dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit pada tanaman padi hingga 14 hari setelah aplikasi. Selain perlindungan yang lebih lama, teknologi tersebut juga diklaim tetap efektif meski turun hujan setelah penyemprotan.

Riedha mengatakan, salah satu indikator keberhasilan yang mudah diamati petani adalah kondisi daun bendera yang tetap hijau dan bersih hingga fase pengisian bulir. “Daun bendera berperan penting dalam proses fotosintesis. Ketika daun tetap sehat, penyerapan cahaya matahari lebih optimal sehingga pengisian bulir juga lebih baik,” jelasnya.

Menurut Riedha, penggunaan MIRAVIS Duo® juga mampu menghasilkan gabah yang lebih sehat dan berpenampilan lebih baik. Berdasarkan hasil uji lapangan yang dilakukan perusahaan, penggunaan produk tersebut menunjukkan potensi peningkatan hasil dibandingkan perlakuan pembanding.

Untuk memperoleh hasil optimal, aplikasi direkomendasikan dilakukan satu kali pada fase keluar malai, atau saat tanaman berumur sekitar 55–80 hari setelah tanam. “Fase keluar malai merupakan periode penting yang sangat menentukan hasil panen. Dengan aplikasi pada fase tersebut, tanaman memperoleh perlindungan pada saat yang paling dibutuhkan,” urainya pada acara yang diikuti lebih dari 600 petani dari wilayah Cilacap dan sekitarnya.

Musodik, petani padi dari Cilacap yang telah mengaplikasikan MIRAVIS Duo® turut berbagi pengalaman. Di musim tanam sebelumnya, tanaman padinya layu, kusam, dan tidak bersih, sehingga kualitas gabah dan hasil panen menurun.

“Musim ini saya mencoba MIRAVIS Duo® pada usia 55 hari setelah tanam dengan dosis 300 ml per hektar. Setelah aplikasi, saya melihat perbedaan: gabah sehat berkilau, daun bendera lebih hijau dan bersih, serta hasil panen meningkat dibandingkan musim sebelumnya,” ungkapnya semringah.

Setelah peluncuran di Cilacap, MIRAVIS Duo® untuk padi juga akan segera diperkenalkan di beberapa wilayah sentra produksi beras lainnya di Indonesia, seperti Karawang, Medan, dan Sulawesi, guna mendukung ketahanan pangan nasional dan swasembada beras.

 

Windi Listianingsih

Tag:

Bagikan:

Trending

WhatsApp Image 2026-06-05 at 2.53
Dari Cilacap, Syngenta Luncurkan Teknologi Padi untuk Pasar Global
Astra Agro Goes to Campus, Berbagi Praktik Sawit Berkelanjutan
Astra Agro Goes to Campus, Berbagi Praktik Sawit Berkelanjutan
IMG-20260603-WA0070
Tanam Serentak, Langkah Nyata Menuju Swasembada Pangan
OL sapi perah
HSN ke-18, Saatnya Sapi Perah Masuk Prioritas Swasembada Pangan
TPOMI 2026
Sawit 115 Tahun, Saatnya Ganti Teknologi?
Scroll to Top