1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Gratis! POCE 2025 Kembali Hadir, Didukung BPDP & 41 Kampus…

Jelang Idul Adha, Kementan Perkuat Sinergi Jaga Pasokan Bawang Merah

Jelang Idul Adha, Kementan Perkuat Sinergi Jaga Pasokan Bawang Merah

Jakarta, Agrina-online.com. Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan bawang merah menjelang Iduladha 1447 Hijriah.

Pemantauan di sejumlah sentra produksi utama seperti Solok, Brebes, Enrekang, Bima, Nganjuk, Bandung, Kendal, Garut, hingga Probolinggo menunjukkan produksi bawang merah nasional masih terkendali meski dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Taufiq Ratule, mengatakan produksi bawang merah nasional hingga saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Produksi nasional rata-rata mencapai sekitar 2 juta ton konde basah atau setara 1,3 juta ton rogol kering panen per tahun, sementara kebutuhan konsumsi nasional berada di kisaran 1,26 juta ton/tahun.

“Produksi bawang merah nasional masih mencukupi, bahkan Indonesia juga terus melakukan ekspor. Menghadapi Iduladha, memperkuat sinergi bersama champion bawang merah, pemerintah daerah, asosiasi, serta kementerian dan lembaga terkait untuk menjaga stabilitas pasokan dan distribusi,” kata Ratule dalam keterangannya pada Rabu (20/5).

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura, Muhammad Agung Sunusi, menjelaskan musim tanam Maret–Mei tahun ini diwarnai cuaca ekstrem yang memicu serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), seperti ulat grayak dan moler, sehingga memengaruhi produktivitas di beberapa sentra produksi.

Meski demikian, distribusi bawang merah dari berbagai daerah seperti Nganjuk, Enrekang, Pati, Brebes, Temanggung, dan Garut masih berjalan lancar.

“Kami terus berkoordinasi dengan dinas pertanian, petani champion, pelaku usaha, dan berbagai pihak terkait agar pasokan tetap aman. Produksi diperkirakan meningkat pada Juni 2026 seiring masuknya masa panen di sejumlah sentra utama,” ungkapnya.

Petani champion bawang merah asal Enrekang, Kasmidi, menyebut panen di wilayahnya masih berlangsung hingga menjelang Iduladha dengan distribusi rutin ke Kalimantan sebanyak tiga kali dalam sepekan.

Sementara itu, champion bawang merah asal Solok, Amri Ismail, mengatakan panen raya di daerahnya diperkirakan berlangsung pada pertengahan Juni dan akan memperkuat pasokan untuk wilayah Sumatra.

Ketua Umum Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Dian Alex Chandra, menyampaikan stok bawang merah hingga akhir Mei masih tersedia meski produksi di sejumlah daerah mengalami penurunan sekitar 30–40 persen akibat cuaca ekstrem.

“Harga diperkirakan masih berada di atas harga acuan hingga Iduladha karena meningkatnya permintaan masyarakat. Namun, kondisi diproyeksikan kembali normal seiring masuknya panen dari berbagai sentra produksi,” ujarnya.

Kementan memastikan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan produksi, distribusi, dan harga bawang merah di berbagai daerah guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan nasional selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

 

Sabrina Yuniawati

Tag:

Bagikan:

Trending

Pemerintah Terapkan Strategi Irigasi Pompa dan Optimalisasi Padi Hadapi El Nino
Bapanas Terapkan Strategi dan Optimalisasi Padi Hadapi El Nino
BULOG Siap Salurkan Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung
BULOG Siap Salurkan Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung
Kepala Bapanas Lantik Tiga Pejabat Tinggi Madya
Kepala Bapanas Lantik Tiga Pejabat Tinggi Madya
Perkuat PPNS di Bidang Pangan, Bapanas Dorong Pengawasan Sistem Digital
Perkuat PPNS di Bidang Pangan, Bapanas Dorong Pengawasan Sistem Digital
Antusiasme peserta pada Mini Expo FARM 2025
FARM 2026: Forum Industri Udang bersama Pakar Nasional & Internasional
Scroll to Top