1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Peternak Desak Program MBG Serap Produksi Peternak Nasional

Presiden Sebut Indonesia Jadi Tumpuan Dunia Dalam Sektor Pangan

Presiden Prabowo Sebut Indonesia Jadi Tumpuan Dunia

Jakarta, Agrina-online.com.  Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia berhasil membuktikan ketangguhannya menghadapi berbagai krisis global, khususnya pada sektor pangan.

Di tengah ketidakpastian dunia akibat konflik geopolitik, perubahan iklim, pandemi, hingga gangguan rantai pasok global, Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas dan memperkuat ketahanan pangannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, Rabu (20/5).

“Kita sudah buktikan di krisis yang bikin panik banyak negara, Indonesia masih tenang. Kita tidak euforia, kita tidak sombong, tapi kita tenang. Kita punya kemampuan,” katanya.

Menurut Presiden, ketahanan nasional yang terus menguat menjadi modal penting bagi Indonesia menuju negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia.

Berbagai lembaga dan institusi internasional bahkan memproyeksikan Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar keempat atau kelima dunia pada 2045.

“Pakar-pakar dunia, institusi-institusi dunia menaksir pada tahun 2045 yang hanya 19 tahun lagi, Indonesia akan menjadi ekonomi kelima bahkan keempat terbesar di dunia. Bayangkan kita akan menyalip Inggris, Perancis, Italia,” ujarnya.

Presiden menilai sektor pangan dan pertanian memegang peranan penting dalam memperkuat posisi Indonesia di tingkat global. Bahkan, Indonesia kini mulai menjadi rujukan dan mitra bagi sejumlah negara melalui penguatan produksi pupuk nasional.

“Sangat dihormati. Bahkan mereka sekarang banyak negara minta bantuan ke kita. Mereka minta bantuan pupuk ke kita, karena produksi pupuk kita lebih,” ujarnya.

Presiden mengungkapkan Indonesia telah membantu kebutuhan pupuk sejumlah negara seperti Australia, India, Brazil, dan Filipina.

“Bayangkan Indonesia sekarang bisa membantu negara-negara lebih kaya dari kita. Ini jangan membuat kita sombong, tapi ini membuat kita harus lebih percaya diri,” lanjutnya.

Meski demikian, Presiden menegaskan masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, termasuk pembenahan tata kelola ekonomi dan penguatan pengawasan terhadap berbagai bentuk penyelewengan.

“Kita harus bisa atasi penyelewengan di ekonomi kita. Kalau demikian, kita akan tumbuh luar biasa,” tegasnya.

Presiden menjelaskan, pemerintah sejak awal telah mengantisipasi berbagai potensi krisis global, terutama pada sektor pangan. Pengalaman pandemi Covid-19, perang, hingga kebijakan pembatasan ekspor pangan oleh negara produsen menjadi pelajaran penting bagi Indonesia.

“Karena itu saya canangkan program utama saya adalah mengamankan pangan Indonesia. Kita harus swasembada pangan,” katanya.

Presiden pun menyampaikan apresiasi kepada jajaran pertanian atas percepatan pencapaian target swasembada pangan nasional.

“Alhamdulillah saya dibantu oleh tim pertanian saya yang luar biasa. Saya beri target empat tahun, mereka hasilkan swasembada dalam satu tahun,” ujarnya.

Capaian tersebut tercermin dari peningkatan produksi pangan nasional yang disebut tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, disertai lonjakan cadangan beras pemerintah yang kini telah melampaui 5,3 juta ton.

“Produksi kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia. Cadangan yang ada di gudang-gudang kita tidak cukup, kita harus sewa gudang-gudang lain,” katanya.

Selain itu, Presiden juga menyoroti penguatan sektor pupuk nasional. Menurutnya, untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, harga pupuk berhasil diturunkan hingga 20 persen sehingga petani memperoleh akses pupuk yang lebih baik dan mencukupi.

“Kita juga sudah amankan produksi pupuk kita. Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, harga pupuk kita turunkan 20%,” ujarnya.

Presiden menegaskan, keberhasilan tersebut perlu dijaga bersama dengan memastikan pupuk bersubsidi tidak diselewengkan maupun disalurkan tidak sesuai peruntukan.

“Yang sekarang kita harus jaga adalah jangan sampai pupuk subsidi diselewengkan atau diselundupkan ke tempat lain. Ini harus kita jaga bersama,” pungkasnya.

 

Windi Listianingsih

Tag:

Bagikan:

Trending

OL210526-PI Insight2
Digitalisasi Jadi Senjata Pupuk Indonesia Jaga Distribusi Pupuk Subsidi Tepat Sasaran
Presiden Prabowo Sebut Indonesia Jadi Tumpuan Dunia
Presiden Sebut Indonesia Jadi Tumpuan Dunia Dalam Sektor Pangan
Amankan Pangan, Indonesia Harus Swasembada
Amankan Pangan, Indonesia Harus Swasembada
OL2005-PSR forwatan
PSR Butuh Kepastian Agar Petani Berani Meremajakan Sawit
KKP Jembatani Hasil Produk KNMP & Budidaya Tematik Bantul
KKP Jembatani Hasil Produk KNMP dan Budidaya Tematik Bantul
Scroll to Top