1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Optimistis Bisnis Pestisida 2026 Naik, Asosiasi Crop Care Indonesia Siap…

Wonosobo Disiapkan Jadi Sentra Susu Nasional

Wonosobo Disiapkan Jadi Sentra Susu Nasional

Wonosobo, Agrina-online.com.  Kementerian Pertanian terus mendorong investasi di subsektor peternakan untuk memperkuat produksi susu dan daging nasional.

Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi sentra baru sapi perah dan sapi pedaging nasional.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono menegaskan, peluang investasi di subsektor peternakan saat ini sangat terbuka lebar, terutama untuk sapi perah dan sapi pedaging.

“Saya mengundang investasi di bidang peternakan karena jika Anda pelihara sapi perah, susunya pasti laku, sapi pedaging dagingnya pasti laku,” jelasnya saat memberikan sambutan pada acara Pembukaan Kontes Sapi APPSI Piala Ketua MPR RI di Wonosobo (25/4).

Menurut Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar, kebutuhan susu nasional terus meningkat dan hampir seluruh sentra peternakan susu saat ini sudah terserap untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Sekarang semua sentra peternakan susu terserap untuk kebutuhan MBG. Ini kesempatan baik,” ujar Wamentan yang juga merupakan Ketua Umum DPN Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu.

Di tempat sama, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani menegaskan bahwa kebutuhan susu segar dalam negeri masih sangat besar.

“Kebutuhan sapi perah masih cukup besar. Kemampuan hanya 25%, ada 75% pasar dimungkinkan untuk memenuhi pasar susu segar dalam negeri,” ungkapnya.

Menurut dia, program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan semakin meningkatkan kebutuhan susu nasional, sehingga daerah seperti Wonosobo perlu dipersiapkan menjadi pusat produksi susu segar.

“Saya berharap Wonosobo bisa menjadi sentra pemenuhan susu segar. Diharapkan Wonosobo dalam tahun-tahun mendatang menjadi sentra susu nasional. Perlu ada investasi,” katanya.

Selain itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi menambahkan bahwa produksi daging di Jawa Tengah sudah mendekati 980 ribu ton dan cukup untuk menopang kebutuhan nasional. Namun, produksi susu masih menjadi tantangan tersendiri. “Yang tidak cukup adalah susu,” ujarnya.

Pemerintah provinsi Jawa Tengah mendorong peningkatan populasi sapi perah dan penguatan kesehatan hewan untuk menjaga kesehatan ternak sekaligus mencegah penyebaran penyakit.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha, Kementerian Pertanian optimistis investasi peternakan akan semakin berkembang, memperkuat kesejahteraan peternak, sekaligus mengurangi ketergantungan impor daging dan susu nasional.

 

Sabrina Yuniawati

 

 

Tag:

Bagikan:

Trending

Kedaulatan Perunggasan Nasional"
Peternak Desak Program MBG Serap Produksi Peternak Nasional
peternak
Peternak Rakyat Berharap Dilibatkan Dalam Ekosistem Perunggasan Terintegrasi
WhatsApp Image 2026-05-06 at 1.34
Prof. Bungaran Saragih : Menata Ulang Distribusi Protein Nasional
Tanzania
Indonesia Perkaya Genetik Sawit, SDG Asal Tanzania Resmi Dilepas
sawit
Kolaborasi Indonesia-Tanzania Solusi Tantangan Global
Scroll to Top