1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2025, Pasokan dan Harga Pangan…

Kementan Kembangkan Kawasan Kelapa 300 ha di Wonosobo

Kementan Kembangkan Kawasan Kelapa 300 ha di Wonosobo

Wonosobo, Agrina-online.com.  Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengembangan komoditas kelapa berbasis kawasan sekaligus mendorong hilirisasi di tingkat pekebun.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui pengembangan kawasan kelapa seluas 300 ha di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, yang melibatkan 61 gabungan kelompok tani (gapoktan).

Program ini menjadi bagian dari percepatan penyelesaian kegiatan Rencana Pengembangan Agribisnis Tanaman Tahunan (RPATA) Kelapa Tahun 2025 yang dilaksanakan di Kelompok Tani (Poktan) Kalpataru, Kecamatan Wadaslintang.

Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Iim Mucharam, meninjau langsung kegiatan usaha Poktan Kalpataru yang mengolah nira kelapa menjadi gula kelapa cetak.

Produk turunan tersebut dinilai mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi pekebun sekaligus menjadi contoh hilirisasi komoditas kelapa di tingkat desa.

“Pengembangan kelapa tidak hanya berhenti pada peningkatan produksi di kebun, tetapi juga harus didorong hingga pengolahan hasil agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pekebun,” kata Iim saat peninjauan, Jumat (6/3).

Menurutnya, pendekatan kawasan menjadi strategi penting untuk memperkuat sentra produksi kelapa nasional, mulai dari penguatan budi daya, peningkatan produktivitas kebun, hingga pengembangan usaha pengolahan hasil.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menambahkan bahwa pengembangan kawasan kelapa berbasis kelompok tani merupakan langkah strategis untuk memperkuat rantai nilai komoditas kelapa nasional.

Melalui penguatan kelembagaan pekebun, peningkatan produktivitas kebun, serta pengembangan usaha hilir seperti pengolahan nira menjadi gula kelapa, nilai tambah komoditas diharapkan dapat dinikmati langsung oleh pekebun.

Roni mengungkapkan bahwa dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan kelompok tani, pengembangan kelapa di berbagai daerah diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis komoditas perkebunan.

“Kegiatan di Wonosobo ini menjadi contoh nyata bagaimana program pemerintah mampu langsung menyentuh petani melalui penguatan budi daya dan hilirisasi produk. Dengan upaya tersebut, komoditas kelapa tidak hanya menjadi sumber bahan baku, tetapi juga menjadi penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan,” ucapnya.

Secara terpisah, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat subsektor perkebunan agar mampu meningkatkan kesejahteraan pekebun sekaligus menggerakkan ekonomi pedesaan.

“Yang terpenting adalah memastikan para pekebun bisa hidup lebih bahagia dan sejahtera. Dengan sinergi yang harmonis antar berbagai pihak serta komitmen yang kuat, kita dapat mendorong perekonomian pekebun agar terus berkembang. Yang perlu kita lakukan adalah membuka peluang seluas-luasnya bagi mereka untuk memperoleh keuntungan yang layak,” ujar Mentan.

 

Sabrina Yuniawati

Tag:

Bagikan:

Trending

WhatsApp Image 2026-06-24 at 12.53
BRIN Galang Kolaborasi Global untuk Pertanian Rendah Emisi
pelatihan sdm sawit
Kejar Produktivitas, Pekebun Sawit Dibekali Budidaya dan ISPO
IMG-20260623-WA0031
Produktivitas Sawit Rakyat Masih Tertinggal, SDM Pekebun Jadi Kunci
Pupuk Indonesia hanya melaksanakan ekspor berdasarkan penugasan resmi pemerintah
Transformasi Tata Kelola dan Efisiensi, Pupuk Indonesia Kembali Masuk Fortune Southeast Asia 500
AEO KBI 170626
Raih Sertifikasi AEO, Kona Bay Indonesia Tegaskan Komitmen Standar Perdagangan Internasional
Scroll to Top