16 April 2018
Ke mana Arah Agribisnis 2018?

“Secara keseluruhan pertanian dan pangan pada 2018 akan bergerak ke arah positif namun tetap harus berhati-hati karena faktor tak terduga dari dunia internasional dan juga perubahan iklim akibat global warming sedang berlangsung,” ungkap Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, M.Ec., Menteri Pertanian periode 2000 – 2004, saat diwawancara AGRINA.

Apa dasarnya?

Untuk melihat prospek pertanian dan pangan 2018, kita harus membuat hipotesa, bukan jawaban pasti terhadap apa yang terjadi secara global di bidang pertanian dan pangan serta ekonomi dan politik. Pasalnya, pertanian dan pangan Indonesia merupakan keempat terbesar di dunia sehingga kita dipengaruhi dan mempengaruhi pertanian dan pangan dunia.

Kita pun perlu mengerti perkembangan politik ekonomi negeri kita sekitar tiga tahun belakangan ini. Semua itu berinteraksi secara dinamis yang membantu untuk memprediksi kondisi pertanian dan pangan kita 2018.

Pada level global, ekonomi dunia yang mengalami resesi sejak 2008/2009 telah menunjukkan tanda-tanda menemukan solusinya dan bergerak positif. Ekonomi besar dunia, seperti China, sudah tidak mengalami penurunan lagi, bahkan lebih stabil dan bergerak ke pertumbuhan yang lebih besar. Amerika Serikat pada tahun pertama pemerintahan Presiden Trump juga menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Demikian juga India, pertumbuhan ekonominya terus berlanjut.

Tiga negara ekonomi besar tersebut telah menghela perekonomian dunia ke arah bertumbuh lebih besar dan stabil. Tandanya, bukan hanya peningkatan GDP tetapi juga pertumbuhan permintaan terhadap sumberdaya yang menopang GDP tersebut. Memang Eropa termasuk Rusia belum tumbuh menggembirakan, tapi keadaannya tidak lebih memburuk.

Dengan pertimbangan itu, kita menyimpulkan faktor ekonomi global akan berdampak positif terhadap permintaan produk pertanian dan pangan dengan catatan konflik Korea Utara dan AS serta pengakuan Presiden Trump atas Yerusalem sebagai ibukota Israel tidak berlanjut menjadi perang terbuka. Perkiraan saya, semua pihak akan menahan diri agar konflik yang lebih buruk tidak sampai timbul.

Bagaimana di dalam negeri?

Ada beberapa hal yang menjadi game changer (pengubah permainan). Pertama, pada 2018 akan ada pilkada serentak di 171 tingkat provinsi, kota, dan kabupaten. Pesta demokrasi ini akan menambah hiruk-pikuk sosial politik dalam negeri, tetapi di sisi lain mengalirkan sumberdaya keuangan dalam jumlah signifikan ke daerah-daerah.

Sebagian aliran uang tersebut akan dibelanjakan untuk produk-produk pangan dan minuman. Ini bisa mendongkrak permintaan nasional terhadap produk-produk pangan dan minuman yang dihasilkan dari pertanian dalam arti luas.

Kedua, pembelanjaan besar pemerintah untuk pertanian dan pangan dalam tiga tahun terakhir yang terus berlanjut pada 2018. Ini wujud komitmen pemerintah untuk pencapaian kedaulatan pangan, salah satu nawacita pemerintahan Jokowi - JK. Hal ini akan mendorong pertumbuhan pertanian dari segi produksi dan penawaran. Pertanian akan menjadi salah satu sumber pertumbuhan perekonomian nasional.

Ketiga, pengembangan infrastruktur selama tiga tahun ini akan berlanjut pada 2018 dan sebagian sudah pada tahap penyelesaian. Ini juga salah satu faktor pendorong peningkatan produksi di dalam negeri. Keempat, prediksi pemerintah tentang pertumbuhan ekonomi nasional yang meningkat pada 2018 dibandingkan 2017 merupakan penarik peningkatan permintaan terhadap pertanian dan pangan. Dan kelima, belum ada prakiraan cuaca ekstrem pada 2018, seperti banjir atau kekeringan dalam skala besar.

Namun perlu menjadi catatan, program kebijakan kedaulatan pangan pemerintah selama tiga tahun terakhir yang cenderung diterjemahkan sebagai kebijakan swasembada untuk komoditas tertentu dapat menghadapi ujian pada 2018. Pengaturan, bahkan pelarangan importasi bisa menaikkan harga pangan di dalam negeri karena diprediksi pertumbuhan permintaan lebih kuat daripada pertumbuhan penawaran. Karena itu, pemerintah harus lebih hati-hati agar pertanian dan pangan tidak menjadi sumber inflasi dalam negeri.

Untung Jaya

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE