09 February 2018
Inspirasi Agripreneur ala AGRINA

Tren investasi agribisnis yang mencakup sektor usaha pertanian, peternakan, dan perikanan bergerak positif beberapa tahun terakhir. Munculnya petani, peternak, pembudidaya muda yang sukses di berbagai daerah menjadi salah satu indikatornya. Agribisnis kian dilihat sebagai lahan basah dan mulai banyak diminati pelaku usaha khususnya generasi muda.

Penerapan teknologi pertanian berkembang pesat ikut menjadi daya tarik investasi sektor ini. Pemanfaatan sarana pertanian yang kian modern dan praktis membuat usaha agribisnis ini lebih mudah dan efisien. Biaya produksi pun bisa ditekan, praktis margin keuntungan bisa terdongkrak.

Ditambah situasi permintaan sebagian besar komoditas agribisnis terus meningkat seiring peningkatan skala ekonomi masyarakat dan pertambahan jumlah penduduk. Sementara pertumbuhan suplai komoditas agribisnis terkadang belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Jadi, hukum pasar pun berlaku, harga jual komoditas agribisnis pun terdongkrak dan relatif lebih stabil.

Sebagai contohnya gabah. Beberapa tahun terakhir harga jualnya selalu di atas harga pokok produksi. Seorang petani muda di Subang, Jawa Barat, yang menanam padi mencapai produktivitas 9 ton gabah/hektar (ha). Dengan biaya produksi Rp10 juta dan harga jual gabah Rp5.000/kg, dia mengantongi pendapatan bersih Rp35 juta/ha/musim. Angka penghasilan yang scukup tinggi untuk ukuran zaman sekarang.

Tren positif ini juga berlaku pada komoditas agribisnis lainnya seperti jagung, bawang, cabai, tebu, sapi, ayam, dan udang. Pada edisi akhir tahun ini, AGRINA sengaja mengangkat cuplikan cerita sukses sejumlah pelaku usaha agribisnis yang bisa menjadi panutan bagi calon agripreneur lainnya. Semoga bisa menginspirasi, selamat membaca.

Pandu Meilaka / 270

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE