16 April 2018
LIPUTAN KHUSUS: Padi Lebih Prima dengan Silika

Silika memegang peranan penting dalam menyeimbangkan siklus unsur secara global.

Dr. Ir. Sugiyanta, M. Si, Ketua Departemen Agronomi dan Hortikultura Faperta IPB menjelaskan, padi varietas IPB 3S memberikan hasil panen yang sangat signifikan dengan aplikasi pupuk silika. “Kami menganjurkan untuk menanam benih disertai dengan pemupukan silika,” katanya.Pemberian pupuk silika sebanyak 4 liter pada sehektar lahan padi IPB 3S menghasilkan panen 10,24 ton gabah kering panen.

Dosen bidang agronomi itu menambahkan, silika membentuk lapisan ganda pada dinding sel dan memperkuat batang padi. “Silika sangat bagus untuk ketahanan terhadap hama dan penyakit. Sering di suatu lokasi terjadi ledakan seranganwereng yang luar biasa, kalau pupuk silika cukup, itu tampaknya menguatkan toleransi tanaman terhadap serangan hama dan penyakit,” urainya.

Keunggulan Silika

Menurut Dr. Husnain, Kepala Balai Penelitian Tanah, Badan Litbang Pertanian,unsur silika (Si) merupakan unsur kedua terbesar di alam setelah oksigen (O). Komposisi unsur silika di alam sebanyak 28% dan oksigen 47%. Kombinasi kedua unsur (SiO2) yang dikenal sebagai pasir atau kuarsa mendominasi lapisan kerak bumi hingga 75%. Dengan komposisi demikian, silika memegang peranan penting dalam penyeimbang siklus unsur secara global.

Bagi tanaman, sambung Uut, sapaannya, silika didefinisikan sebagai unsur nonesensial. Sedangkan, unsur hara makro dan mikro yang dikenal sebagai hara esensial. Tidak semua tanaman tingkat tinggi membutuhkan Si. Tetapi, padi dan tebu membutuhkan Si dalam jumlah besar.Karena itu, silika dikelompokkan sebagai unsur hara benefisial buat tanaman tingkat tinggi.

Lisminto, R&D PT Humat Agro Lestari menambahkan, padi menyerap silika 108% lebih banyak dibandingkan nitrogen. “Tanaman padi dan tebu mengambil silika dari tanah kuranglebih sebanyak 300 dan 700 kg/ha/tahun,” katanya.

Hara silika, ungkap Uut, berperan penting bagi tanaman.Antara lain, membentuk dinding sel tanaman, memperkokoh pertumbuhan tanaman sehingga tumbuh tegak dan dapat menangkap sinar matahari untuk proses fotosistesis yang optimal, serta memperkuat ketahanan tanamansehingga lebih tahan terhadap serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

Silika juga bermanfaat menyeimbangkan unsur hara lain seperti P, dan trace element yang menjadi toksik, mengefisienkan penggunaan air, dan meningkatkan ketahanan tanaman dalam cekaman biotik dan abiotik seperti stres suhu, radiasi sinar matahari, defisiensi ataupun keracunan hara. “Kandungan kritis Si dalam padi kurang dari 7,5%. Di bawah nilai tersebut tanaman sangat rentan terhadap serangan OPT dan terjadi penurunan kualitas gabah,” paparnya.

Rusmanto, R&D Manager PT Biotis Agrindo menyebut, pemberian pupuk silika terbukti dapat mengurangi serangan penggerek batang padi dan wereng batang cokelat (WBC). Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan, batang padi yang diinokulasi atau dibiakkan dengan silica gel (SiO2) pada tiga jenis konsentrasi berbeda hanya digerek oleh 2, 4, dan 7 ekor penggerek batang dari total 44 ekor penggerek yang diinokulasikan. Sedangkan pada batang padi noninokulasi silika terdapat 22 ekor penggerek.

Kondisi tersebutsenada dengan hasil demo plot yang dilakukan Biotis di Subang. “Pengalaman kami di lapangan menunjukkan perbedaan yang sangat nyata antara padi yang disemprot dengan pupuk silika nano (SiO2) dengan yang tidak disemprot. Padi yang disemprot silika nano terpapar serangan penggerek batang kurang dari 1%. Sedangkan padi yang tidak disemprot, serangannya mencapai 10%,” terangnya.

Kelanjutan tentang tulisan ini baca di Majalah AGRINA versi Cetak volume 14 Edisi No. 285 yang terbit pada Maret 2018. Atau klik di https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/agrinahttps://higoapps.com/item/1774/agrina-edition-jan-2018, https://www.mahoni.com, dan https://www.magzter.com/ID/PT.-Permata-Wacana-Lestari/Agrina/Business/

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE