16 April 2018
LIPUTAN KHUSUS: MCP Modern, Peternak Semangat “Nyetor”

Beroperasinya fasilitas titik pengumpulan susu modern dengan sistem digital otomatis memantik semangat peternak untuk terus berproduksi.

Selama ini peternak sapi perah mendapatkan harga susu segar berdasarkan kualitas rata-rata kelompok. Peternak dengan produksi susu berkualitas baik dan kurang baik memperoleh harga yang sama. Kini dengan adanya tempat pengumpulan susu (Milk Collection Point-MCP) modern, harga susu peternak tergantung hasil kerjanya sendiri. Makin bagus, harga makin tinggi sehingga pendapatannya pun makin banyak.

AGRINA berkesempatan melihat operasional MCP modern di salah satu area kerja Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Kabupaten Bandung.Di tiga wilayah area kerja KPBS Pangalengan, yaitu Pangalengan, Pacet, dan Kertasari terdapat 33 MCP. Delapan di antaranya diperbarui menjadi lima MCP modern.

“Mudah-mudahan dengan penerapan teknologi baru, peternak jadi lebih mengerti dan berusaha supaya kualitas susulebih bagus,” ujar Muhamad Nasrun, Ketua II KPBS Pangalengan pada pembukaan acara Peninjauan MCP Warnasari dan Citere di Pangalengan, Bandung Selatan (25/1).

Investasi MCP

KPBS Pangalengan bermitra dengan perusahaan susu asal Belanda menyediakanMCP dengan sistem digital otomatis pertama di Indonesia. Ada tiga MCP kecil dan dua MCP besar. Di MCP kecil, ada satu unit tangki pendingin. Sedangkan MCP besar terdiri dari dua unit tangki pendingin. Satu tangki pendingin yang dilengkapi dengan kemampuan mencuci sendiri itu bisa menampung susu segar hingga 6 ribu liter/hari.

Investasi satu paket MCP kecil (satu unit tangki pendingin) Rp2 miliar – Rp2,1 miliar. Sedangkan satu paket MCP besar (dua unit tangki pendingin) sekitar Rp3,4 miliar. Berdasarkan hitungan, titik impas (break event point-BEP) bisa tercapai dalam waktu tiga tahun.

Untuk menjaga kualitas susu, operator mengatur suhu di tangki pendingin di bawah 4°C. Cara mengontrolnya dengan telepon pintar yang tersambung ke sistem dengan internet. Operator bisa memantau sistem dari rumah.

MCP baru juga sudah dilengkapi timbangan digital yang terintegrasi secara otomatis. “Penggunaan timbangan lebih cepat dan akurat ketimbang literan. Kadang persepsi liter orang berbeda-beda, malah bisa bermasalah,” jelas Akhmad Sawaldi, DDP & Project FDOV Manager PT Frisian Flag Indonesia. Dengan penimbangan, lanjut Sawaldi, hasilnya lebih adil.

Kelanjutan tentang tulisan ini baca di Majalah AGRINA versi Cetak volume 14 Edisi No. 285 yang terbit pada Maret 2018. Atau klik di https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/agrinahttps://higoapps.com/item/1774/agrina-edition-jan-2018, https://www.mahoni.com, dan https://www.magzter.com/ID/PT.-Permata-Wacana-Lestari/Agrina/Business/

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE