22 December 2017
STP Raih Penghargaan Unit Pengolahan Ikan Terbaik

“STP selalu berkomitmen untuk menjaga kualitas dengan cara mengolah ikan yang baik dan sesuai dengan standar.”

PT Suri Tani Pemuka (STP) menerima penghargaan sebagai Unit Pengolahan Ikan Terbaik. Penghargaan ini diserahkan kepada STP pada acara Puncak Hari Nusantara yang dilaksanakan di Pantai Jono, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (21/12). 

Gubernur Sumut memberikan apresiasi atas usaha STP dalam melakukan pengolahan ikan. Handoko, PGA Processing Plant mewakili STP menerima penghargaan tersebut pada rangkaian peringatan Hari Nusantara ke 18 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sumut. 

STP merupakan perusahaan yang bergerak di bidang budidaya nila terintegrasi d kawasan Danau Toba. Kegiatan budidaya ikan dengan nama beken tilapia itu dilakukan mulai dari pembenihan, pembesaran, hingga pengolahan yang bertempat di Kabupaten Simalungun, Sumut.

Penghargaan ini diberikan atas usaha STP dalam menerapkan tata laksana cara pengolahan ikan yang baik (CPIB). Yaitu, mulai dari bahan baku berkualitas yang dihasilkan dari pemeliharaan ikan yang baik, peralatan dan sarana pengolahan ikan serta  standar operasional prosedur (SOP) yang digunakan dalam proses pengolahan. 

Zonny Waldi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumut mengatakan, "Penghargaan ini diberikan karena STP selalu berkomitmen untuk menjaga kualitas dengan cara mengolah ikan yang baik dan sesuai dengan standar. Produk STP ini untuk memenuhi permintaan pasar Internasional dan menjadi salah satu kebanggaan Sumatera Utara," ujar Zonny.

Jenny  Budiati, Direktur STP Toba Tilapia menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk selalu mengikuti peraturan yang ditetapkan pemerintah. Tidak hanya peraturan mengenai perizinan usaha tetapi juga aturan terkait sistem manajemen lingkungan, seperti pengolahan limbah.

Anak perusahaan PT Japfa Comfeed Indonesia (JAPFA) Tbk. ini pun, ulas Jenny, berkomitmen memajukan perekonomian masyarakat sekitar. Contohnya, dengan memberdayakan warga yang berada dalam satu Kabupaten agar melakukan usaha budidaya ikan dari hulu ke hilir. Selain itu, STP mempekerjakan masyarakat sekitar lokasi usaha sebagai pegawai. Lebih dari 80% karyawan STP adalah penduduk lokal.

Jenny menjelaskan, hasil budidaya tilapia produksi STP di Danau Toba diekspor untuk memenuhi kebutuhan pasar Amerika dan Eropa. Kedua konsumen tilapia itu memiliki standar sangat tinggi, yaitu kualitas premium dan proses budidaya harus memperhatikan aspek ramah lingkungan yang berkesinambungan. “Kegiatan usaha ini juga menghasilkan devisa dan pajak retribusi bagi daerah,” tandas Jenny.

Windi Listianingsih

 

 

 

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE