10 May 2017
LIPUTAN KHUSUS : Agar Si Meong Sehat Luar-Dalam

Memelihara kucing memang menyenangkan. Tapi sudahkah tahu cara menjaganya secara benar?

Kucing sangat digemari sebagai hewan kesayangan. Tak jarang mereka menjadi keluarga sekaligus sahabat manusia. Bahkan, di Inggris sekalipun ada Larry, seekor kucing pemburu tikus menjadi primadona masyarakat di Negara Ratu Elizabeth itu.

Pada zaman yang serba sibuk dengan tingkat stres sangat tinggi, memelihara hewan kesayangan bisa membantu manusia memulihkan kesegaran tubuh dan jiwa. Salah satu penelitian di Universitas Minnesota, Amerika Serikat menunjukkan, seseorang yang memelihara kucing dapat mengurangi sepertiga risiko terkena penyakit stroke.

Charlene Roumeysi, Marketing Communication Manager InviVo Indonesia, merasakan hal ini. Ia mengaku memelihara kucing membuat tenang dan melupakan stres. “Saya dari kecil punya kucing. Kucing saya paling tua umur 23 tahun, baru mati Juni kemarin. Di Indonesia, saya sendiri memelihara kucing buat teman. Pulang kantor mereka sudah nunggu saya ngajak main. Lihat mereka lagi bermain, saya senyum aja, bikin tenang,” ujar perempuan asal Perancis ini semringah.

Menurut Charlene, ketika seseorang berniat mengadopsi atau memelihara kucing, ia harus memperhatikan beberapa hal. Umur kucing minimal berusia 3 bulan karena sebelumnya kucing perlu belajar kebiasaan hidup dari induk dan saudara-saudaranya. “Dia belajar batasan tingkah laku binatang, buang air besar atau pipis keluar karena mengikuti ibu dan saudaranya. Kalau adopsi kucing di bawah dua bulan, dia belum mengerti semua hal itu,” ucapnya.

Bayi kucing butuh banyak tidur dan bermain. Sediakan beragam permainan untuknya agar ia selalu belajar sesuatu yang baru. Kucing juga harus diperhatikan kebersihan tubuhnya, seperti mengecek kebersihan kuping, mata, gigi, dan kuku.

Kuping dan mata kucing dibersihkan menggunakan kapas basah. Sedangkan kuku kucing sebaiknya dipotong seminggu sekali. “Di kuping ada kotoran kehitaman, itu kadang kutu atau kotoran kutu. Itu bisa jadi infeksi. Bersihin pakai kapas kasih air sedikit. Kalau kupingnya terlalu kotor, setelah dua hari dibersihkan kotor lagi, silakan dibawa ke dokter hewan, mungkin dia kena infeksi atau terlalu banyak kutu,” sarannya.

Nutrisi Dasar

Di samping memperhatikan kebersihan tubuh, asupan nutrisi juga sangat penting diperhatikan. Menurut Kevin Laveno Santoso, Pet Food Product Specialist PT Matahari Sakti, produsen pakan di Surabaya, sangat penting memenuhi kebutuhan nutrisi standar untuk kucing. Ia menganjurkan penggunaan pakan hewan kesayangan (pet food) yang sudah diformulasi agar kebutuhan dan nutrisi hewan karnivora itu terjamin. “Pet food sudah diformulasikan sesuai kebutuhan kucing secara umum. Dengan mengonsumsi ini, nutrisinya sudah terpenuhi semua,” kata Kevin saat ditemui AGRINA.

Jika meracik pakan sendiri, kita tidak tahu apa dasar perhitungan nutrisinya. Sedangkan pet food dibuat berdasarkan riset uji klinis dan kebutuhan nutrisi si hewan kesayangan. Menurut Ranti Irawati, pet food sudah memberikan nutrisi yang lengkap dari protein, lemak, kadar air, serat, mineral, vitamin, omega 3 dan 6. “Nutrisi itu harus dijaga. Hal-hal itu tidak kita dapatkan dengan memberikan makanan rumahan,” tutur Marketing and Import Assistant InviVo Indonesia.

Bahkan, beberapa produk pakan kucing yang beredar di pasar dilengkapi ekstrak yuka, hair ball control (kontrol bola bulu/rambut), unirany pH control (kontrol pH saluran urin), hingga minyak ikan. Ekstrak yuka yang berfungsi membuat kotoran kucing tidak berbau menyengat dan teksturnya lebih padat. “Yuka ekstrak berfungsi mengikat nitrogen sehingga nggak bau fecesnya,” imbuhnya.

Kelanjutan tentang tulisan ini baca di Majalah AGRINA versi Cetak volume 12 Edisi No. 269 yang terbit pada November 2016. Atau klik di www.scanie.com/featured/agrina.html, https://www.wayang.co.id/index.php/majalah/agrina

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE