21 April 2017
Menuju Pameran EIMA Agrimach 2017

Untuk menyukseskan event tersebut, menurut rilis FederUnacoma, kedua pihak mengunjungi Bangalore, Pure, Ludhiana, dan tentu saja New Delhi menemui para pelaku usaha, asosiasi, produsen alsintan, dan media. Dalam jumpa pers bulan lalu, Marco Acerbi, Direktur FederUnacoma mengatakan, “Pengembangan pertanian India membutuhkan investasi besar dalam mekanisasi untuk mencukupi kebutuhan alsintan nasional, baik dalam hal jumlah maupun kualitas. Pameran seperti EIMA Agrimach ini bisa menjadi referensi.”

 

Sementara itu Jasmeet Singh, Joint Director FICCI menyatakan, “Akuisisi produsen alsintan di India menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan dalam tahun-tahun terakhir. Dan saat ini India menjadi pasar utama dunia untuk traktor dengan penjualan sebanyak 600 ribu unit per tahun. Namun mekanisasi harus mempertimbangkan kebutuhan berbagai tanaman, iklim, dan cuaca di beberapa wilayah India yang menerapkan praktik pertanian bervariasi.”

 

Singh menambahkan, pameran alsintan ini penting bagi India melebihi event-event promosi dan komersial lainnya karena bisa menjadi ajang pengembangan jejaring kerja di antara produsen alsintan, kondisi pertanian yang riil di dunia, riset, dan pelatihan. Hal ini akan lebih jelas terlihat pada konferensi yang berbasis pengalaman penyelenggaraan pameran EIMA International di Bologna, Italia, sejak 1969.  EIMA International yang terakhir dilaksanakan November 2016 lalu itu menampilkan sangat banyak produk alsintan dan menargetkan operasional pertanian yang mempertimbangkan faktor finansial dan lingkungan.

 

EIMA Agrimach Desember 2015 menampilkan 300 peserta yang menggelar produknya di dalam aula pameran dan di lapangan yang mempertontonkan demo alsintan. Sekitar 40 ribu pengunjung termasuk pelaku usaha mendatangi pameran tersebut.

Peni Sari Palupi

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE