15 November 2016
SIMA ASEAN 2016 : Membangun Pertanian Masa Depan dengan Mekanisasi

Pameran internasional yang mengetengahkan kemajuan teknologi alat dan mesin pertanian ini sukses digelar untuk kedua kali. Diramaikan 300 perusahaan, SIMA-ASEAN  menarik 13 ribuan pengunjung.

Penyelenggara pameran dari Perancis, Comexposium dan Axema, Asosiasi Industri  Peralatan Pertanian Perancis kembali berkolaborasi dengan IMPACT Exhibition Management menggelar pameran akbar mesin-mesin pertanian bertajuk “SIMA-ASEAN ke-2” pada 8-10 September 2016 di Bangkok, Thailand.

Valerie Lobry-Granger, General Manager of Agriculture Equipment, Food, Construction and Optic Division, Comexposium menjelaskan, SIMA merupakan ajang pameran pertanian internasional yang telah diselenggarakan lebih dari 75 kali dalam 150 tahun terakhir di Perancis. Fokus SIMA-ASEAN adalah inovasi dan keberlanjutan yang menjadi kunci fundamental pengembangan pertanian di wilayah ASEAN.

“Kami tidak hanya ingin menunjukkan teknologi dan inovasi baru tetapi juga memberikan pemikiran baru ke depan kepada petani supaya bisa membangun industri agribisnis yang positif dan berkelanjutan di ASEAN,” kata Lobry-Granger.

Sedangkan Loy Joon How, General Manager IMPACT Exhibition Management Co.Ltd menuturkan, SIMA-ASEAN edisi kedua ini telah mendapatkan respon positif dari lebih dari 300 perusahaan terkemuka di seluruh dunia, termasuk merek terkenal seperti New Holland, Case IH, Yanmar, dan CLAAS.

Dilengkapi Area Demo

Pameran ini menempati area berukuran 21.000 m2 di IMPACT Exhibition Center, di Muang Thong Thani, Bangkok dan areal demo seluas dua hektar yang jauhnya 1,5 km dari gedung pameran. Penyelenggara menyediakan bus gratis untuk berkunjung ke areal demo. Di sana mesin-mesin CNH, Yanmar, CLAAS, dan Chokchai dipamerkan keandalannya pada padi, singkong, tebu, dan rumput gajah yang khusus ditanam untuk keperluan pameran.

Yang menarik adalah berjubelnya pengunjung yang datang secara berombongan. Menurut Joon How, mereka adalah para petani dari berbagai daerah di Thailand. “Mereka tentu akan menambah pengetahuan dan wawasan mengenai teknologi-teknologi terbaru di bidang pertanian,” ujarnya. Tak ketinggalan siswa dan mahasiswa dari sekolah dan perguruan tinggi dan sekolah pertanian juga masyarakat umum berkunjung.

Selain pameran, penyelenggara mengadakan konferensi internasional bertema Lansekap Masa Depan Pertanian, Rantai Nilai Berkelanjutan, lebih dari 30 lokakarya. dan kongres Thai Society of Agricultural Engineers.

Dukung Promosi

Sejumlah peserta pameran menilai pelaksanaan SIMA-ASEAN 2016 berjalan baik dan mendukung promosi produk mereka. Misalnya, Benjamin S. Punyaratabandhu Bhakdi, Regional Director CLAAS Global Sales GmbH, pabrik mesin pertanian dari Jerman yang ingin lebih menggarap pasar ASEAN.

“CLAAS baru empat tahun memasuki pasar Asia Tenggara, walaupun CLAAS sudah berdiri sejak ratusan tahun dan menjadi pemimpin pasar di bidang mesin-mesin pertanian. Setelah mempelajari dan melakukan riset, CLAAS menjadi tahu mesin-mesin yang cocok dan sesuai untuk digunakan di pasar Asia Tenggara. Sekarang kami sedang mencari mitra yang tepat untuk bekerja sama di berbagai negara di kawasan ini,” papar Benjamin.

Khusus mengenai pengunjung yang datang ke stannya, menurut dia, kebanyakan para profesional dari agroindustri yang benar-benar ingin mengoptimalkan proses di lahannya. Mereka mencari mesin yang andal, efisien, dan berkinerja tinggi.

Benyamin mengakui, penetrasi pasar CLAAS di kawasan ini belum terlalu kuat, tapi ia yakin pasar Asia Tenggara bisa menerima CLAAS. “Target kami adalah pasar agroindustri. Kami melihat segmen ini masih terbuka lebar. Saat ini adalah saat yang tepat untuk mendapatkan market share di sini (Asia Tenggara),” tandasnya. Ia menambahkan akan membidik Indonesia sebagai pasar utama di kawasan ini karena banyak proyek besar.

Tanggapan positif juga dikemukakan Mark Brinn, Managing Director CNH Industrial Southeast Asia, Japan, and Pakistan.  “SIMA-ASEAN menjadi ajang sempurna bagi pelanggan kami untuk menemukan produk baru New Holland dan Case IH. Kami juga berkesempatan merilis traktor TT4.90 menambah seri TTS dari 55 – 88 HP. Model baru ini menawarkan performa lebih tinggi, bahan bakar ekonomis,” komentar pendukung platinum pameran ini.

Menekan Biaya Produksi

Perusahaan besar lainnya adalah AG Growth International (AGI), produsen sarana penanganan biji-bijian dan peralatan penyimpanan hasil pertanian asal Kanada. Menurut Victoria Umin, Senior Director International Sales AGI, pihaknya ingin melihat peluang pasar baru di ASEAN. “Di ASEAN banyak sekali petani skala kecil dan menengah, kami ingin memberikan kontribusi pada usaha mereka. Sebab selama ini hanya perusahaan-perusahaan pertanian skala besar yang menggunakan teknologi dari AG international,” ungkap Umin.

Banyak pengunjung datang ke stan AGI untuk mengetahui lebih mendalam tentang produk yang ditampilkan. “Mereka tidak hanya datang dari Thailand, tetapi juga dari Kamboja, Myanmar dan Filipina. Mereka ingin tahu mengenai fasilitas penyimpanan yang bisa digunakan untuk skala kecil dan menengah,” imbuhnya.

Tak hanya peserta, pengunjung juga merespon positif terhadap pameran ini. Agus Heru Sajugo, Dirut PT BPR Sahabat Sejati dari Cirebon, Indonesia, mengaku puas melihat banyak inovasi baru dan mesin-mesin pertanian canggih yang bisa diaplikasikan pengusaha agribisnis guna menekan biaya produksi. “Kita lihat-lihat dulu. Jika nanti ada nasabah yang minta didanai untuk membeli mesin-mesin baru yang lebih efisien, kita sudah mengetahui pabrikannya,” ujarnya.

Lain lagi Efrony M, General Manager Hadarei Ha’emek Ltd dari Israel.  Selain melihat-lihat mesin pertanian terbaru untuk perkebunan jeruk mandarinnya, ia juga menyambangi pabrik mesin pertanian Chokchai Agricultural Machinery di sebelah barat Kota Bangkok. Ia mengaku perlu mesin terbaru untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi agar produknya mampu bersaing.***

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE