16 April 2018
Redi Fajar Kurniawan, Buka Keran

Teknologi sangat berperan besar dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Di antara inovasi teknologi pertanian yang mengambil posisi penting tersebut adalah benih bioteknologi. Benih produk rekayasa genetik (PRG) yang toleran pestisida dan hama akan membantu mengurangi biaya produksi dan menambah volume hasil panen. Tentu saja petani pasti hepi.

Di dunia, menurut Redi Fajar Kurniawan, benih jagung bioteknologi sudah memasuki generasi ketiga. Sementara, petani Indonesia sama sekali belum menggunakan benih bioteknologi. Jika petani lokal ingin memiliki posisi setara dengan petani jagung di Brasil, Regulatory Affairs Lead Monsanto Indonesia itu menjelaskan, Indonesia harus mengakomodasi jagung bioteknologi generasi ketiga.

Monsanto, katanya, sudah memperkenalkan benih jagung toleran herbisida dan hama generasi pertama dan kedua ke Indonesia. Namun izin pelepasan varietasnya masih menunggu pedoman regulasi pedoman pengawasan pascapelepasan PRG. Meski seolah ketinggalan, Redi mengemukakan, pemerintah sebaiknya membuka keran adopsi bioteknologi lebih dulu. “Membuka keran bahwa Indonesia mau mengadopsi bioteknologi, mengizinkan penanaman jagung-jagung atau produk-produk biotek atau PRG,” katanya.

Windi Listianingsih

 

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE