09 July 2013
Warnai Hari dengan Pentas

Mudah dirawat, lagi rajin berbunga dengan rimbun. Siapa tidak jatuh hati untuk memilikinya?

Penyuka tanaman bunga pasti akan tergoda pesona Pentas lanceolata. Bunga yang rimbun dan berwarna-warni memenuhi setiap pucuk-pucuk daun. Memanjakan mata dengan indahnya polesan warna. Pilihlah mana yang disuka: merah, pink, putih, putih keungu-unguan, hingga ungu. Dijamin tidak akan cukup satu warna bagi sang pengagum bunga.    

Rajin Berbunga

Sekilas memandang, pentas terlihat seperti tanaman soka (Ixora sp.). Berbunga mungil, berwarna terang, serta bergerombol. Gerombolan kembang pentas membentuk bulatan setengah lingkaran dan tampak mencolok di antara dedaunan yang hijau.

Namun jika daun soka berbentuk bulat lebar dan berpenampang halus, tidak demikian dengan daun pentas. Tanaman yang juga disebut Egyptian Star ini punya daun mirip kemangi (Ocimum sanctum) tetapi dilengkapi bulu-bulu halus pada batang, daun, kelopak, hingga mahkota bunga bagian bawah.

Tanaman semak yang berasal dari Afrika Timur hingga Arab Selatan ini juga rajin berbunga. “Kalau ini bunganya nggak musiman, dia berbunga terus,” ujar Iyan, staf lapang Kebon Bunga, nurseri tanaman hias di bilangan Cipadu, Larangan Selatan, Tangerang, Banten.

Saat bunga sudah merekah sempurna, tidak lama bunga baru muncul kembali. “Bunganya ada aja walaupun sedikit. Dia muncul lagi paling telat seminggu,” ungkap pria yang akrab disapa Ujang ini. Pentas mulai berbunga pada umur 5 bulan setelah biji disemai. Setelah bunga menjadi biji, bakal calon bunga yang baru akan muncul kembali. Bunga pentas akan memamerkan keindahannya selama 1-2 minggu sebelum akhirnya layu.

Selain rutin berbunga, pentas juga cenderung tidak memerlukan banyak air sehingga penyiraman cukup dilakukan dua hari sekali kalau ditanam di dataran rendah. Sedangkan di dataran tinggi dengan curah hujan cukup sering, penyiraman bisa hingga tiga hari sekali. “Keunggulannya ini, perawatannya lebih gampang. Kalau tanaman-tanaman lain yang ada bunganya harus rutin dipupuk dan disiram. Ini ‘kan cuma disiram dua hari sekali,” papar pria asal Bandung, Jabar itu. Pemupukan pun cukup dengan pemberian pupuk NPK seminggu sekali.

Selain itu, tanaman semak ini juga tidak digandrungi hama seperti ulat dan kutu kebul. “Hamanya paling belalang aja, ulat jarang ada,” tukas Ujang. Namun, daun pentas tidak terlalu menyukai matahari terik karena bisa mengakibatkan daun dan tangkai yang masih muda terbakar. Sebab itu letakkanlah pentas di lingkungan yang teduh tetapi tetap masih mendapatkan cukup sinar matahari.

Tanaman Tahunan

Di habitat alaminya, pentas bisa tumbuh setinggi 1,3 m dengan umur relatif panjang. Di dalam pot kecil, tanaman ini tumbuh rata-rata sampai 20-30 cm, sedangkan di pot besar mencapai 50-60 cm. Jika dirawat dengan baik, imbuh Ujang, pentas dapat berumur tahunan. “Kalau sudah rimbun, potnya diganti yang gedean, medianya ditambahin, pentas akan bagus lagi,” sarannya. 

Media tanam pentas berupa arang sekam, pupuk kandang, dan sedikit tanah yang menempel di akar. Media tanam didominasi sekam dan pupuk untuk mempercepat pengeringan media. Kemudian, setiap tiga bulan tambahkan pupuk kandang ke media tanam secukupnya.

Selain dengan biji, Ujang menambahkan, perbanyakan pentas bisa melalui setek batang. “Perbanyakannya disetek aja. Kalau sudah rimbun bisa dipotong-potongin batangnya dan ditanam dalam media tanam,” ulasnya.

Perawatan yang cukup mudah dengan bunga yang meriah membuat tanaman pentas cukup diminati hobiis tanaman bunga. Hampir dua hari sekali ada saja pelanggan yang tertarik membeli pentas dari Kebon Bunga. Para hobiis biasanya minimal membeli dua pot dengan warna bunga yang berbeda. Pentas setinggi 20 cm dihargai sekitar Rp25 ribu/pot. Cukup murah namun meriah bukan?

Windi Listianingsih

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE