02 March 2010
Grammatophyllum, Si Raksasa yang Terancam

Sosoknya yang besar dengan tampilan bunga mencolok saat berkembang membuat anggrek ini semakin mudah terlihat oleh para pemburu anggrek. Mereka ini memburunya karena langka dan harganya pun cukup mahal, Rp300 ribu—Rp600 ribu per rumpun ukuran 10—15 cm.

Bunga anggrek raksasa (Grammatophyllum speciosum) atau kondang dengan sebutan anggrek harimau karena motif bunganya. Ia adalah jenis anggrek terbesar di dunia. Dijuluki anggrek tebu lantaran batangnya yang mirip tanaman tebu. Di habitat alamnya ia tumbuh di lingkungan panas, yaitu hutan tropis di kawasan Malaysia, Sumatera, Jabar, Kalimantan, dan Papua.

Keberadaan anggrek raksasa tersebut di alam selalu terancam karena perburuan dan kerusakan habitat. Ini pula yang melatarbelakangi statusnya sebagai salah satu spesies anggrek yang dilindungi. Menurut Slamet, penjual anggrek di wilayah Cisarua Bogor, bagi sebagian penganggrek, Grammatophyllum memang salah satu yang paling dicari senabai koleksi. “Agar perburuan liar anggrek ini bisa dikendalikan, maka langkah-langkah budidaya secara vegetatif maupun generatif harus segera dilakukan,” katanya.

Sebenarnya anggrek harimau ini sangat mudah menumbuhkan tunas dari setek bulb-nya. Karena itu dengan membudidayakannya secara vegetatif atau membeli bibit hasil perkembangbiakan vegetatif, hobiis bisa mengupayakannya tetap lestari.

Yang menarik dari Grammatophyllum speciosum adalah ukuran bunganya dapat mencapai 15 cm, berwarna kuning krem dengan bintik cokelat atau merah tua. Anggrek ini diberi nama oleh CL Blume, peneliti berkebangsaan Belanda pada 1825.  Ditemukan hidup secara epifit menempel di batang-batang pohon besar. Kecuali itu, ia juga bisa tumbuh di media pakis batang.

Tinggi tanamannya bisa mencapai tiga meter dengan panjang tangkai sekitar dua meter. Jumlah kuntum per tangkai sangat banyak, berkisar 60—100 kuntum. Di habitat aslinya, batang anggrek bisa mencapai panjang lima meter. Satu rumpun anggrek pernah tercatat mencapai bobot dua ton! Sayang, penampilannya yang luar biasa ini hanya dapat dinikmati sang kolektor dua hingga empat tahun sekali. Bunganya pun cuma bertahan tak sampai seminggu.

Belum Ditemukan

Pelitnya anggrek raksasa ini memang beralasan. Tidak semua hobiis sanggup membuatnya berbunga karena belum ditemukan cara yang tepat untuk membungakan. Meski terbilang “bandel”,  toh anggrek ini tidak seperti layaknya anggrek jenis lain yang bisa dimanipulasi pembungaannya.

“Anggrek spesies ini memang berbunganya tergantung musim. Biasanya berbunga pada masa peralihan musim dari kemarau ke hujan,” ungkap Sophian Hadi dari H & W Orchids di Taman Anggrek Indonesia Permai, Jakarta. Namun jika musimnya tidak menentu seperti sekarang, pembungaannya pun tidak teratur pula. Bahkan bisa jadi ia mogok tidak berbunga walaupun saat itu semestinya musim berbunga bagi anggrek tebu.

Beberapa pengoleksi anggrek yang ada di Jakarta, Bogor, dan Surabaya pernah mengalami anggrek tebu miliknya baru bisa berbunga setelah umur empat tahun. “Ternyata setelah dipindahkan ke tempat yang terkena matahari langsung, bunganya pun mulai bermunculan,” cetus Sophian Hadi yang lebih akrab dipanggil Aan ini. Memang dalam memelihara anggrek, si pemilik harus bisa membuat habitatnya mirip di alam. “Seperti di habitatnya yang banyak tumbuh pohon lebat, anggrek ini justru lebih memilih tempat di pucuk pepohonan yang paling tinggi hanya untuk terkena sinar matahari,” imbuhnya.

Melihat pengalaman itu, beberapa hobiis memperlakukan anggreknya dengan cara tidak menyiram air atau meletakkan di tempat yang lebih panas. Namun menurut Aan, cara ini bisa saja dilakukan tapi kalau memang belum cukup umur untuk berbunga, tetap saja sulit bagi Grammatophyllum memunculkan bunganya. “Saya membeli yang masih kecil 10 tahun lalu, baru mekar Januari kemarin,” bebernya.

Jika memang sudah cukup umur, si pemilik bisa membuat anggreknya dalam kondisi tercekam air selama seminggu. Selama waktu itu tanaman harus terpapar sinar matahari secara langsung. Hari berikutnya setelah dicekam air, tanaman diletakkan pada tempat teduh dan disiram air.

Diharapkan pada hari berikutnya tanaman mulai memperlihatkan calon bunga. “Tentunya perlakuan stres tersebut dilakukan pada tanaman yang sudah dewasa dan sudah berumpun besar,” kiat Aan. Selain itu, agar tanaman mau pamer bunga minimal setiap tahun, jangan pernah memisahkan rumpunnya. Biarkan tanaman saja terus tumbuh bergerombol. Usahakan dalam satu rumpun terdapat lebih dari lima batang, sebab dengan begitu anggrek bisa menyerap lebih banyak unsur hara yang digunakan sebagai energinya untuk berbunga. Tambahan unsur hara ini dapat disuplai dalam bentuk pupuk.

Tri Mardi Rasa

 

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE