|
16 February 2010
Gel untuk Media Tanam
Umumnya hobiis tanam hias berhidroponik dengan media batu apung yang dapat menyimpan air. Sejak sejak tiga tahun lalu ada media yang bisa jadi pilihan, yaitu gel atau biasa disebut hydrogel.
Hydrogel atau Ichigo soil terbuat dari polimer sintetik (poliakrilamid dan polivinil alkohol) yang dapat menyerap air. Berdasarkan proses pembuatannya, hydrogel dibedakan menjadi dua. Hydrogel berbentuk seperti pasir (powder) yang bila sudah menyerap air menjadi kristal. Dan hydrogel beads yang bila menyerap air berbentuk seperti kelereng, kubus, dan bintang. Menurut Eric Nauli, penjual hydrogel di kawasan Citra Garden, Jakarta Barat, hydrogel tersedia dalam lima warna: hijau, ungu, merah, silver, dan oranye.
Praktis dan Murah
Sebagai media tanam, kata Eric, hydrogel menawarkan beberapa kelebihan. Di antaranya, memastikan ketersediaan air sepanjang tahun, mengurangi frekuensi penyiraman hingga 50%, meningkatkan pertumbuhan tanaman karena air dan nutrisi selalu tersedia di sekitar tanaman sehingga penyerapannya oleh akar berjalan optimal. Selain itu hydrogel bisa juga digunakan di daerah yang miskin air karena volume dan frekuensi penyiraman tanaman berkurang. ”Saya saja menyiram tanaman cuma dua minggu sekali,” ujar Eric meyakinkan.
Meski begitu, hydrogel juga mempunyai beberapa kekurangan, antara lain warnanya cepat pudar dan gampang menyusut. Pada ruangan berpendingin udara, laju penguapan airnya lebih cepat sehingga perlu penambahan air secukupnya dua minggu sekali.
Pemanfaatan hydrogel sangat gampang. Caranya, masukkan saja hydrogel ke dalam gelas yang sudah berisi air sesuai kapasitas penyerapannya. Biasanya media ini mampu menyerap air sebanyak 200 kali dari bobot awalnya. Supaya tampilannya lebih menarik, tambahkan pewarna agar butiran gelnya kembali cerah.
Di samping praktis digunakan, hydrogel ini pun cukup murah. Harganya berkisar Rp10.000—Rp15.000 per 5 gr atau Rp250 ribu—Rp300 ribu per kg. Satu pot seukuran gelas minum membutuhkan 5 gr hydrogel.
Bisa untuk Outdoor
Hampir semua tanaman dalam ruangan (indoor) bisa dipelihara dengan media hydrogel. Namun hobiis biasanya memilih cocor bebek, sri rejeki, dan aglaonema ‘red sumatera’ untuk ditanam di media tersebut.
Pemanfaatan hydrogel sebenarnya tidak terbatas untuk tanaman indoor saja. Di luar negeri sudah banyak tanaman luar ruangan (outdoor) yang juga dipelihara dalam hydrogel, khususnya fase pembibitan. Misalnya bibit tanaman perkebunan (karet, dan kelapa sawit) dan pertanian (palawija, dan tanaman buah). Selain itu juga digunakan sebagai media bibit yang akan diangkut ke tempat yang jauh agar tidak kekurangan air. Penanaman di lahan bekas tambang atau reboisasi, taman, lapangan golf, dan lapangan bola pun bisa memanfaatkan hydrogel. Caranya, tanah yang akan ditanami dilapisi hydrogel pasir yang sudah direndam air. Di atasnya dilapisi lagi tanah, kemudian barulah rumput ditanam. Tujuannya agar rumput tetap segar meskipun telat disiram.
Selain untuk tanaman, di luar negeri hydrogel juga bisa dimanfaatkan sebagai alas peternakan modern untuk memberikan rasa nyaman bagi ternak dan mengurangi risiko penyakit. Pada manusia, bahan ini dapat menjadi penyerap keringat bagi tentara yang bertugas di medan bercuaca sangat panas. ”Caranya, hydrogel dibuat seperti kalung , lalu ditempelkan di leher,” cerita Eric.
Perlu Pemupukan
Tanaman dengan media hydrogel cukup disiram secara teratur. Eric mengingatkan, jangan menjemur tanaman dengan media tersebut di bawah sinar matahari langsung karena dapat mengakibatkan hydrogel rusak dan berlumut.
Pupuk tetap diperlukan seperti tanaman di media yang lain. Pemupukan 6 bulan sekali. Sebaiknya hobiis memilih pupuk berbentuk cair agar terserap media dengan baik. Daya tahan warna dan penyusutan bentuk dari hydrogel tidak akan terlalu terpengaruh oleh pemupukan asalkan pupuknya berbentuk cair.
Saat ini hydrogel dapat diperoleh di pasar-pasar modern seperti Carrefour dan Hypermart maupun penjaja tanaman hias. Kecuali penjualan langsung, Eric juga melayani pesanan via internet. Pelanggannya kini berada di Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi, dan Papua. Eric pun aktif mengikuti berbagai pameran dan bazaar secara rutin. “Saya berharap penggunaan Hydrogel makin diminati oleh masyarakat khususnya para pecinta tanaman,” katanya.
Agung Christiawan
|