21 July 2016
Menangkal Si Manis dengan Si Pahit

Penyakit yang menjadi salah satu penyebab kematian utama di dunia ini bisa ditangkal lho! Pare, buah yang sering dijumpai di dapur rumah tangga ini sudah dikenal luas digunakan sebagai antidiabetes.

World Health Organization (WHO) memperkirakan jumlah pengidap Diabetes Melitus (DM) tipe 2 di Indonesia akan meningkat signifikan hingga 21,3 juta jiwa pada 2030. Menurut Machendra, Direktur PT Herbal Insani, klinik dan herbal di Depok, Jabar, Indonesia termasuk negara dengan prevalensi diabetes (kencing manis) tertinggi nomor 4 di dunia setelah India, Tiongkok, dan Amerika Serikat. International Diabetes Federation (IDF) menyebutkan, prevalensi DM tipe 2 di dunia sebesar 1,9% yang menjadikan penyakit ini sebagai penyebab kematian urutan ke-7 sejagat.

DM tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai dengan kenaikan gula darah (hiperglikemia) akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau gangguan insulin (resistensi insulin). Penyakit ini disebut juga the silent killer karena dapat mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan. Pembusukan parah yang terjadi akibat kencing manis tak jarang mengharuskan pasien menjalani amputasi anggota tubuh.

Bisa dengan Herbal

Machendra yang membuka kliniknya sejak 2008 ini mengaku sering menerima pasien diabetes. “Penderitanya cukup banyak. Kita sudah punya formulasi sendiri untuk perlakuan terhadap pasien diabetes. Tergantung kadar gula yang diderita si pasien. Kalau kadar gula rendah bisa menggunakan herbal saja, kalau tinggi bisa dikombinasikan dengan bekam dan pijit,” jelasnya kepada AGRINA (20/6).

Untuk kadar gula yang berkisar 200-300 mg/dL, lanjut Machendra, pengobatannya cukup menggunakan ramuan herbal. Bila sudah mempengaruhi sistem saraf yang menyebabkan baal, kaku-kaku, komplikasi mengarah ke penyakit jantung, dan stroke, harus dikombinasikan dengan bekam dan pijit. “Kita menggunakan metode pengobatan tradisional. Kombinasi pengobatan tergantung kebutuhan si pasien,” terangnya.

Dari kalangan ilmiah, Asian Pacific Journal of Tropical Disease (2013) mencatat, pare (Momordica charantiaI) telah digunakan secara global sebagai obat diabetes. Jurnal internasional menyebutkan senyawa bioaktif yang terbukti memiliki aktivitas antidiabetes adalah karantin, polipeptida-p, dan visin.

Kelanjutan tentang tulisan ini baca di Majalah AGRINA versi Cetak volume 12 Edisi No. 265 yang terbit pada Juli 2016. Atau klik di www.scanie.com/featured/agrina.html, https://www.wayang.co.id/index.php/majalah/agrina

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE