12 October 2016
INFO PASAR : Memasarkan dan Menjual Buah-Buah Lokal Berkualitas ke Pasar Ritel Modern

Buah lokal terlihat kalah pamor dibandingkan buah impor. Namun buah khas Indonesia tetap bisa meraih pangsa yang signifikan di pasar ritel modern.

Pada AGRINA edisi Agustus lalu disebutkan, kontribusi departemen produce terhadap penjualan perishable sekitar 43%. Rincian kontribusinya: imported vegie 3%, local vegie 12%, imported fruits: 57%, local fruits: 22%, dan processing fruits: 6%. Berdasarkan data ini, produk buah lokal masih kalah dibandingkan buah impor.

Kurang populernya buah lokal antara lain karena belum dibudidayakan dan didistribusikan dalam skala industri; sebagian besar produk didistribusikan pemasok kecil sehingga pengelolaan dan distribusinya belum optimum; terakhir, tidak kompetitif, seperti apel malang dan manalagi yang penampilan dan ketersediaannya kalah jauh dibandingkan apel impor.

Untuk menghadapi tantangan ini, lebih baik kita lebih fokus ke pemasaran buah lokal khas Indonesia yang unggul variasi dan kualitasnya. Sebut saja mangga, semangka, melon, buah naga, salak, jeruk, pepaya, nanas, pisang, durian, manggis, belimbing, alpukat mentega, jambu, rambutan, dan markisa.

Peluang dan Jenis Buah

Saat ini omzet satu gerai supermarket dengan luas 2.000-3.000 m2 sekitar Rp4 miliar - Rp5 miliar/bulan, sedangkan hypermarket/wholesales sekitar Rp30 miliar - Rp40 miliar/bulan. Berdasarkan kontribusinya, omzet departemen produce: fruits & vegies sekitar Rp516 juta - Rp752 juta/bulan dan omzet buah lokal Rp113 juta - Rp165 juta/bulan.

Bila dihitung berdasarkan kontribusi setiap kategori, nilai penjualannya sebagai berikut: 32% kategori mangoes (arumanis, manalagi, gedong, dll): Rp36 juta - Rp53 juta/bulan; 27% bananas (cavendish, pisang barangan, ambon, dll): Rp30 juta - Rp44 juta/bulan; 10% citrus (jeruk medan, jeruk baby, dll): Rp11 juta - Rp16 juta/bulan; 11% exotic fruits (durian, salak, naga, stroberi, nanas, dll): Rp13 juta - Rp19 juta/bulan; 20% big fruits (semangka, melon, pepaya, dll): Rp23 juta - Rp33 juta/bulan.

Kelanjutan tentang tulisan ini baca di Majalah AGRINA versi Cetak volume 12 Edisi No. 267 yang terbit pada September 2016. Atau klik di www.scanie.com/featured/agrina.html, https://www.wayang.co.id/index.php/majalah/agrina

 

 

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE