12 October 2016
PERIKANAN : Tangkal Penyakit dengan Maksimalkan Pencegahan

Saat ini tidak ada sentra udang pun di berbagai belahan dunia yang bebas penyakit. Karena itu penerapan biosekuriti menjadi langkah utama untuk pencegahan.

Hal itu merupakan benang merah pemaparan Nanthawat Kerdchuen, Ph.D., Technical Leader for South Asia the Chemours Company pada diskusi reguler Forum Komunikasi Praktisi Aquakultur (FKPA) Lampung di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, baru-baru ini.

Tak Ada yang Bebas

Dalam pemaparannya, Nanthawat Kerdchuen memperlihatkan peta penyebaran penyakit di berbagai negara produsen udang di dunia. Ia menyebutkan, di Indonesia berkecamuk penyakit Infectious Myo Necrosis Virus (IMNV), White Spot Syndrome Virus (WSSV), dan Enterocytozoon Hepatopenael (EHP).

Lalu di Malaysia berkembang penyakit EMS, WSSV, dan EHP. Demikian pula di Tiongkok, Thailand, dan Vietnam menyebar penyakit yang sama dengan Malaysia.

Sementara India pun tidak luput dari berbagai penyakit, di antaranya EMS, WSSV, dan White Feces Disease (WFD). “Jadi kini tidak ada sentra udang yang bebas penyakit,” tandasnya di depan sekitar 60-an anggota FKPA dari Koordinator Wilayah I Bakauheni dan II  Kalianda.

Kesemua penyakit udang tersebut disebabkan oleh bakteri, cendawan, protozoa, dan virus. Yang penyebabnya virus adalah IMNV dan WSSV. Sementara yang patogennya berupa protozoa adalah EHP. Di antara berbagai penyakit itu, menurut Nathawat, yang paling sulit dikendalikan adalah penyakit yang disebabkan mikrobakteri dan protozoa, seperti Mio (IMNV), Taura Syndrome Virus (TSV), dan EHP.

Kelanjutan tentang tulisan ini baca di Majalah AGRINA versi Cetak volume 12 Edisi No. 267 yang terbit pada September 2016. Atau klik di www.scanie.com/featured/agrina.html, https://www.wayang.co.id/index.php/majalah/agrina

 

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE